bisnis

Bugatti Veyron terakhir dibeli orang Timur Tengah

Rata-rata satu mobil Veyron dijual seharga Rp 33,6 miliar.

24 Februari 2015 23:02

Pabrikan mobil asal Prancis Bugatti membenarkan telah menjual mobil Bugatti Veyron terakhir kepada seorang pembeli dari Timur Tengah. Namun mereka menolak membuka identitas orang ini dan berapa harga jualnya.

Bugatti, telah dimiliki perusahaan mobil Jerman Volkswagen, mengumumkan sudah menjual Bugatti Veyron ke-450 atau produk terakhir mereka. Mobil berkekuatan 1.200 tenaga kuda ini memang khusus bagi pembeli dari kalangan superkaya. Veyron bermesin 16 silinder bisa dipacu hingga 400 kilometer per jam.

Dalam sebuah wawancara tahun lalu di sela pameran otomotif di Ibu Kota Paris, Prancis, Direktur Utama Bugatti Wolfgang Duerheimer mengatakan Bugatti Veyron telah mencapai keberhasilan. Mobil diproduksi terbatas ini memiliki harga terendah US$ 1,8 juta atau setara Rp 23,3 miliar.

Volkswagen mengambil alih perusahaan Bugatti pada 1998 bareng Lamborghini dan Bentley Motors. Di bawah kendali Volkswagen, Bugatti - memakai nama perancang asal Italia Ettore Bugatti - mulai memproduksi Veyron pada 2005.

Model pertama Bugatti Veyron berkekuatan 1.001 tenaga kuda dan ditingkatkan menjadi 1.200 tenaga kuda pada tipe terbaru Grand Sport. Pada 2010 sebuah Bugatti Veyron super sport berhasil mencapai rekor kecepatan maksimal 431,3 kilometer per jam.

Bloomberg melaporkan rata-rata satu mobil Veyron dijual seharga US$ 2,6 juta (Rp 33,6 miliar).

"Sebuah bab tidak terduga dalam sejarah otomotif telah mencapai puncaknya," kata Duerheimer dalam keterangan tertulis. "Bahkan selama sepuluh tahun sejak diluncurkan, Veyron tetap istimewa dalam segala hal."

Bugatti berencana merayakan penjualan Veyron terakhir diberi nama La Finale itu Selasa pekan depan dalam pameran otomotif internasional di Kota Jenewa, Swiss.

Perusahaan-perusahaan terdaftar dalam bursa paralel Nomu, diluncurkan di Arab Saudi pada 26 Februari 2017. (Supplied)

Investor UEA tanam modal di perusahaan teknologi keuangan asal Israel

Tapi Al-Balusyi tidak memberitahu berapa nilai investasi atau persentase saham dia kuasai di Fintica.

Semangkuk es krim Berlian Hitam dijual seharga Rp 10,5 juta. Es krim ini djual di kedai Scoopi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (www.arabianbusiness.com)

Bursa Berlian Dubai jalin kerjasama dengan Bursa Berlian Israel

Nilai ekspor berlian Israel pada 2003 sebesar US$ 3,6 miliar tahun lalu meningkat menjadi US$ 23 miliar. 

Bandar Udara Internasional Abu Dhabi di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Abu Dhabi Investment Office akan buka kantor di Tel Aviv

Itu bakal menjadi kantor pertama ADIO di luar UEA.

Kantor Bank Sentral UEA di Ibu Kota Abu Dhabi, UEA. (albawaba.com)

NBD jadi bank UEA pertama teken perjanjian kerjasama dengan bank Israel

Seorang pebisnis dan delegasi perbankan dari Israel Selasa lalu tiba di UEA untuk mengadakan pembicaraan mengenai kerjasama keuangan dan layanan perbankan antara kedua negara.





comments powered by Disqus