bisnis

Arab Saudi dan UEA tujuan pasar ritel paling tersohor di Timur Tengah

Sebanyak 21 persen pelaku ritel internasional tahun ini berencana membuka satu sampai lima toko di Timur Tengah dan Afrika.

14 Maret 2015 22:35

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi tujuan paling tersohor di Timur Tengah bagi merek-merek ritel membuka pasar baru.

Laporan bertajuk Seberapa Aktif Pelaku Ritel Secara Global bikinan CBRE menunjukkan delapan persen pelaku pasar ritel internasional ingin membuka toko di dua negara Arab Teluk itu tahun ini.

Arab Saudi bareng UEA secara global menduduki peringkat ke-27 dalam daftar dipuncaki Jerman sebagai tujuan pasar ritel paling populer sejagat.

Kuwait dan Qatar menempati posisi 42 dunia meraup suara empat persen, disusul Bahrain (peringkat 56 dunia) dengan dua persen pelaku pasar ritel ingin membuka toko di negara itu. Lalu hanya ada satu persen pelaku ritel ingin membuka cabang di Oman (posisi 60 dunia).

"Pertumbuhan cepat penduduk muda, pondasi ekonomi kuat, kenaikan pendapatan bisa dihamburkan, dan meningkatnya permintaan atas merek-merek internasional memicu sektor ritel di Arab Saudi," kata Direktur Pelaksana CBRE Timur Tengah Nick Maclean. "Arab Saudi bakal tetap dalam pantauan pelaku ritel internasional untuk meraih pasar kuat di Teluk Persia."

Menurut laporan itu, 21 persen pelaku ritel internasional berencana membuka satu sampai lima toko di Timur Tengah dan Afrika.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Sudan minta bantuan ekonomi US$ 3-4 miliar sebagai syarat normalisasi hubungan dengan Israel

Tapi pertemuan belum mencapai kesepakatan sebab Amerika dan UEA menawarkan hanya US$ 800 juta dan komitmen berinvestasi di Sudan. 

Daftar produk Turki diserukan untuk diboikot di Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi boikot produk Turki

Saudi juga terus berkampanye untuk mencegah warganya bepergian ke Turki dengan alasan tidak aman.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi tahun ini diprediksi minus 5,2 persen

IIF menaksir arus modal keluar dari Saudi tahun ini sebesar US$ 99 miliar ketimbang arus modal masuk senilai US$ 63 miliar.

Dubai Ports World. (Arabian Business)

Konglomerat Israel berencana investasi di Indonesia

Delapan tahun lalu, Shlomi Fogel mendapat undangan dari seorang konglomerat di Indonesia untuk datang membahas rencana investasi di tanah air.





comments powered by Disqus