bisnis

UEA bakal izinkan seratus persen kepemilikan asing

Saat ini investor luar negeri tidak boleh memiliki lebih dari 49 persen saham di perusahaan-perusahaan UEA.

09 April 2015 03:48

Uni Emirat Arab (UEA) sedang menggodok undang-undang investasi bakal membolehkan asing memiliki seratus persen saham di beberapa sektor bisnis.

Menteri Perekonomian UEA Sultan bin Said al-Mansyuri mengatakan hal itu akhir bulan lalu dalam konferensi investasi internasional di Kota Dubai, UEA. Namun dia tidak bilang sektor mana saja terbuka buat kepemilikan asing sepenuhnya dan kapan parlemen negara ini mengesahkan beleid itu.

Biasanya proses penyusunan hingga penerapan undang-undang penting di UEA memakan waktu bertahun-tahun.

Inisiatif ini merupakan terobosan besar dilakukan oleh negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia Arab untuk mendorong investasi. Sekarang ini asing tidak boleh memiliki lebih dari 49 persen saham di perusahaan-perusahaan UEA.

Mansyuri menambahkan negaranya mesti memperluas ekonomi di luar minyak dan investasi luar negeri merupakan jalan keluar penting. "Perekonomian menghadapi tekanan dari perubahan internasional, termasuk turunnya harga minyak," katanya.

Dia tidak menjelaskan bagaimana undang-undang baru itu nantinya dilaksanakan, tapi mungkin menyaratkan transfer teknologi seluruhnya bagi asing buat memperoleh saham seratus persen.

Mansyuri menerangkan investasi langsung asing (FDI) tahun lalu naik seperempat menjadi US$ 13 miliar. Di tahun-tahun mendatang, menurut dia, pemerintah UEA ingin menaikkan nilai FDI menjadi lima persen dari produk domestik bruto negara itu, yakni US$ 420 miliar pada 2014.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez, Mesir sejak 23 Maret 2021. (Suez Canal Authority)

Mesir beruding dengan pemilik kapal MV Ever Given soal kompensasi sebesar US$ 1 miliar

Terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di Terusan Suez merupakan kejadian pertama sejak kanal itu beroperasi 150 tahun lalu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar dan UEA dua negara terbaik di dunia bagi ekspatriat perempuan

Sebanyak 88 persen ekspatriat perempuan merasa tinggal dan bekerja di Qatar menguntungkan secara finansial, 87 persen lainnya memilih UEA.

Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabushabi.ae)

UEA bisa raup pendapatan US$ 3 miliar di tahun pertama penerapan VAT

UEA ingin memberlakukan VAT mulai 2018 sebesar tiga sampai lima persen

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan (kiri) tengah berbincang dengan Putera Mahkota Dubai Syekh Hamdan bin Muhammad al-Maktum. (thenational.ae)

UEA dan Cina bikin dana investasi patungan senilai Rp 140 triliun

Diperkirakan akhir tahun ini nilai perdagangan kedua negara mencapai Rp 844,4 triliun.





comments powered by Disqus