bisnis

Bahrain sahkan anggaran belanja Rp 123 triliun

Dengan asumsi harga minyak dunia US$ 60 per barel dan perkiraan defisit Rp 50,7 triliun.

04 Mei 2015 15:02

Pemerintah Bahrain telah mengesahkan anggaran belanja untuk tahun ini sebesar 3,571 miliar dinar Bahrain atau sekitar US$ 9,47 miliar (Rp 123 triliun).

Besarnya anggaran belanja ditetapkan itu dengan asumsi harga minyak mentah dunia US$ 60 per barel. Defisit anggaran untuk tahun ini diperkirakan 1,47 miliar dinar Bahrain atau setara Rp 50,7 triliun.

Jika dilihat dari jumlah penduduk Bahrain tidak sampai 1,5 juta orang, anggaran belanja itu amat besar. Dibanding APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja) Indonesia 2015 senilai Rp 2.039,5 triliun untuk jumlah penduduk hampir 250 juta orang.

Kabinet Bahrain juga sudah meloloskan anggaran belanja 2016 sebanyak 3,721 miliar dinar Bahrain atau sekitar Rp 128 triliun dengan perkiraan defisit Rp 54 triliun.

CEO Bank Hapoalim Dov Ketler bertemu CEO the National Bank of Bahrain Jean Christophe Durand di Ibu Kota Manama, Bahrain, November 2020. (Courtesy)

Dua bank terbesar Israel sepakati kerjasama dengan bank Bahrain

NBB memiliki 29 kantor cabang di Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.

Tiga kapal patroli Angkatan Laut Iran menangkap kapal tanker MT Hankook Chemi dari Korea Selatan. (Tasnim News Agency)

Tahan kapal tanker Korea Selatan, Iran tuntut Seoul transfer dana hasil penjualan minyak sebesar Rp 99,6 triliun

Uang hasil penjualan minyak Iran itu dibekukan oleh dua bank di Korea Selatan selama 2,5 tahun.

Anggur Pompeo dari perkebunan anggur Pompeo di permukiman Yahudi Psagot di Tepi Barat, Palestina. (Twitter)

Para pemukim Yahudi di Tepi Barat mulai ekspor produk ke UEA hari ini

Uni Eropa telah menetapkan larangan masuk bagi barang-barang dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Golan diberi label Bikinan Israel.





comments powered by Disqus