bisnis

Konglomerat UEA akan sumbangkan sepertiga hartanya buat amal

Pemilik Mashreq Bank Abdullah Ahmad al-Ghurair akan menyumbangkan Rp 14,6 triliun untuk kegiatan pendidikan.

07 Juli 2015 10:15

Pengusaha tersohor asal Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah Ahmad al-Ghurair telah berjanji menyumbangkan sepertiga kekayaannya untuk membangun sebuah yayasan pendidikan regional.

Putranya, Abdul Aziz al-Ghurair, Presiden Direktur Mashreq Bank, hari ini mengumumkan fulus US$ 1,1 miliar atau kini setara Rp 14,6 triliun akan diberikan kepada yayasan itu dalam sepuluh tahun mendatang.

Abdullah al-Ghurair mendirikan Mashreq Bank bermodalkan US$ 1,6 juta empat dekade lalu. Masreq sekarang menjadi lembaga peminjaman terbesar dan bank komersial tertua di UEA.

Rabu pekan lalu orang terkaya di Timur Tengah asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal berjanji menyumbangkan seluruh hartanya bernilai US$ 32 miliar (Rp 427,3 triliun) untuk kegiatan amal. Dia akan memulainya dengan membagikan masing-masing sepuluh ribu rumah dan mobil bagi kaum miskin di negara Kabah itu.

CEO Bank Hapoalim Dov Ketler bertemu CEO the National Bank of Bahrain Jean Christophe Durand di Ibu Kota Manama, Bahrain, November 2020. (Courtesy)

Dua bank terbesar Israel sepakati kerjasama dengan bank Bahrain

NBB memiliki 29 kantor cabang di Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.

Tiga kapal patroli Angkatan Laut Iran menangkap kapal tanker MT Hankook Chemi dari Korea Selatan. (Tasnim News Agency)

Tahan kapal tanker Korea Selatan, Iran tuntut Seoul transfer dana hasil penjualan minyak sebesar Rp 99,6 triliun

Uang hasil penjualan minyak Iran itu dibekukan oleh dua bank di Korea Selatan selama 2,5 tahun.

Anggur Pompeo dari perkebunan anggur Pompeo di permukiman Yahudi Psagot di Tepi Barat, Palestina. (Twitter)

Para pemukim Yahudi di Tepi Barat mulai ekspor produk ke UEA hari ini

Uni Eropa telah menetapkan larangan masuk bagi barang-barang dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Golan diberi label Bikinan Israel.





comments powered by Disqus