bisnis

Iran sepakati proyek bernilai lebih dari Rp 26,8 triliun dengan Eropa

Wakil Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran Muhammad Khazaei menyatakan keyakinannya para pemodal Eropa bakal kembali berbisnis di negaranya.

23 Juli 2015 11:04

Iran telah menyelesaikan perundingan dengan sejumlah perusahaan Eropa ingin berinvestasi dalam beragam proyek di negeri Persia itu, menyusul kesepakatan nuklir Iran dicapai di Ibu Kota Wina, Austria, bulan ini.

Dalam sebuah konferensi untuk mempromosikan perdagangan antara Uni Eropa dan Iran, Wakil Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran Muhammad Khazaei menyatakan keyakinannya para pemodal Eropa bakal kembali berbisnis di negaranya. Dia bilang sejauh ini beberapa perusahaan Eropa sudah memperoleh izin investasi di Iran.

"Bahkan dalam dua pekan terakhir kami telah menyetujui proyek-proyek di Iran senilai lebih dari US$ 2 miliar (kini setara Rp 26,8 triliun) dengan perusahaan-perusahaan Eropa," kata Khazaei. Namun dia tidak menyebut perusahaan mana saja dan ogah menjelaskan lebih lanjut soal perkembangan ini.

CEO Bank Hapoalim Dov Ketler bertemu CEO the National Bank of Bahrain Jean Christophe Durand di Ibu Kota Manama, Bahrain, November 2020. (Courtesy)

Dua bank terbesar Israel sepakati kerjasama dengan bank Bahrain

NBB memiliki 29 kantor cabang di Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.

Tiga kapal patroli Angkatan Laut Iran menangkap kapal tanker MT Hankook Chemi dari Korea Selatan. (Tasnim News Agency)

Tahan kapal tanker Korea Selatan, Iran tuntut Seoul transfer dana hasil penjualan minyak sebesar Rp 99,6 triliun

Uang hasil penjualan minyak Iran itu dibekukan oleh dua bank di Korea Selatan selama 2,5 tahun.

Anggur Pompeo dari perkebunan anggur Pompeo di permukiman Yahudi Psagot di Tepi Barat, Palestina. (Twitter)

Para pemukim Yahudi di Tepi Barat mulai ekspor produk ke UEA hari ini

Uni Eropa telah menetapkan larangan masuk bagi barang-barang dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Golan diberi label Bikinan Israel.





comments powered by Disqus