bisnis

Konglomerat Mesir berencana beli pulau buat tampung pengungsi

Najib Sawiris berniat membeli sebuah pulau di lepas pantai Yunani atau Italia.

03 September 2015 22:07

Konglomerat asal Mesir Najib Sawiris berencana membeli sebuah pulau di lepas pantai Yunani atau Italia untuk menjadi tempat tinggal baru para pengungsi dari Suriah dan wilayah konflik lainnya.

Gagasan itu dia umumkan pertama kali melalui Twitter. "Yunani atau Italia juallah sebuah pulau kepada saya," tulis Sawiris. "Saya akan menyatakan pulau itu merdeka dan menampung para migran serta memberikan pekerjaan buat mereka untuk membangun negara baru."

Lebih dari 2.300 orang meninggal di laut dalam upaya mereka mengungsi ke Eropa sejak Januari lalu. Kebanyakan pengungsi asal Suriah lari dari negara mereka telah dibekap perang selama empat tahun terakhir.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi, Sawiris bilang dia bakal mendekati pemerintah Yunani atau Italia untuk membahas rencananya itu. Dia yakin idenya itu bisa berhasil. "Anda mempunyai lusinan pulau tidak berpenghuni dan dapat menampung ratusan ribu pengungsi," ujarnya.

Taipan telekomunikasi ini menjelaskan harga sebuah pulau di lepas pantai Yunani atau Italia antara US$ 10 juta hingga US$ 100 juta. Namun dia menambahkan paling penting adalah investasi di bidang infrastruktur.

Pertama-tama para pengungsi itu menetap di tempat-tempat penampungan sementara. Kemudian mereka mulai dipekerjakan untuk membangun rumah, sekolah, universitas, dan rumah sakit. "Bila situasi di negara mereka membaik, siapa saja ingin kembali silakan," tutur Sawiris.

Dia mengakui untuk mewujudkan ambisinya itu memang tidak mudah, termasuk meyakinkan Yunani atau Italia menjual satu pulau mereka. Belum lagi soal menetapkan aturan hukum.

Dia menegaskan di tempat tinggal baru mereka nanti para pengungsi bakal diperlakukan sebagai manusia. "Cara mereka diperlakukan sekarang seperti hewan peliharaan."

Sawiris merupakan bos dari Orascom TMT, mengoperasikan jaringan telepon seluler di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika, plus Korea. Juga jaringan komunikasi bawah laut.

Dia juga memiliki sebuah stasiun televisi di Mesir.

Serangan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman pada 13 April 2021 menghancurkan kilang minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Screenshot YouTube)

Serangan Al-Hutiyun hancurkan kilang Aramco di Jeddah

Sejak berperang dengan Al-Hutiyun pada Maret 2015, Saudi keteteran dan hampir saban hari menjadi target serangan oleh milisi sokongan Iran itu.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez, Mesir sejak 23 Maret 2021. (Suez Canal Authority)

Mesir beruding dengan pemilik kapal MV Ever Given soal kompensasi sebesar US$ 1 miliar

Terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di Terusan Suez merupakan kejadian pertama sejak kanal itu beroperasi 150 tahun lalu.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Etihad memulai penerbangan komersial perdananya ke Israel hari ini

Etihad akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez sejak 23 Maret 2021. (Twitter)

Antrean kapal di Terusan Suez sudah berakhir

Tadinya terdapat 422 kapal tanker dan peti kemas mengantre sejak MV Ever Given terjepit di kanal itu.





comments powered by Disqus