bisnis

Saudi Binladin Group masuk daftar hitam

"Saudi Binladin Group tidak akan dapat proyek lagi setelah jatuhnya derek di Makkah."

15 September 2015 23:16

Kredibilitas Saudi Binladin Group ambruk setelah Jumat pekan lalu sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, jatuh. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 lainnya.

Pihak Istana Kerajaan Arab Saudi hari ini memutuskan Saudi Binladin Group masuk dalam daftar hitam. "Saudi Binladin Group tidak akan dapat proyek lagi setelah jatuhnya derek di Makkah."

Para eksekutif senior Saudi Binladin Group juga dilarang bepergian ke luar negeri untuk penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil investigasi oleh komite bentukan Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal, derek raksasa itu jatuh akibat tiupan angin kencang. Istana membantah dugaan kejahatan dalam insiden ini.

Saudi Binladin Group merupakan perusahaan konstruksi terbesar kedua di dunia setelah Vinci Construction. Lantaran kedekatan pendirinya, Muhammad Bin Ladin, dengan pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdul Aziz as-Saud, konglomerasi berusia 84 tahun ini kerap mendapat proyek-proyek raksasa.

Saudi Binladin Group, milik keluarga besar mendiang Usamah Bin Ladin, saat ini menggarap proyek perluasan Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi di Kota Madinah. Mereka juga ditunjuk sebagai kontraktor dalam pembangunan Menara Kerajaan, calon gedung terjangkung sejagat setinggi 1,2 kilometer dan berlokasi di Kota Jeddah.

Saudi Binladin Group juga pernah mengerjakan proyek di Masjid Al-Aqsa pada 1964.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Binladin Group akan restrukturisasi utang sebesar Rp 287-430,5 triliun

Binladin Group telah berubah nama menjadi Binladin Group Global Holding setelah 36,22 persen sahamnya diambil alih oleh Istidama, anak usaha dari Kementerian Keuangan Arab Saudi.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

18 September 2019

TERSOHOR