bisnis

Qatar siapkan proyek Rp 3.176,7 triliun buat sepuluh tahun

S&P memperkirakan pendapatan per kapita Qatar tahun ini Rp 1,2 miliar setahun.

21 September 2015 07:49

Qatar menyiapkan beragam proyek senilai US$ 220 miliar atau kini setara Rp 3.176,7 triliun untuk satu dasawarsa mendatang.

Negara Arab superkaya ini bakal memprioritaskan proyek-proyek sudah berjalan lantaran terus menurunnya harga minyak mentah dunia, menjadi sumber pendapatan utama Qatar, seperti dilansir surat kabar the Peninsula. Program investasi baru ini sebagian besar dipusatkan pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

"Kami memperkirakan sebagian besar proyek itu bakal selesai sebelum Piala Dunia 2022 digelar," kata Standard and Poor's (S&P) dalam laporannya. Proyek-proyek baru itu, menurut mereka, untuk perkembangan ekonomi riil jangkah menengah.

S&P menilai perekonomian Qatar tetap tanggunh lantaran disokong pondasi ekonomi makro kuat. Meski begitu mereka memperkirakan Qatar bakal mengalami pelemahan kelembagaan dan terbatasnya fleksibilitas moneter.

S&P menggolongkan Qatar sebagai perekonomian kaya dan memperkirakan pendapatan per kapita negara itu tahun ini US$ 81 ribu (Rp 1,2 miliar) setahun.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar dan UEA dua negara terbaik di dunia bagi ekspatriat perempuan

Sebanyak 88 persen ekspatriat perempuan merasa tinggal dan bekerja di Qatar menguntungkan secara finansial, 87 persen lainnya memilih UEA.

Kampus Texas A&M University di Education City, pinggiran Ibu Kota Doha, Qatar. (marhaba.qa)

Qatar bayar US$ 400 juta setahun buat biayai enam universitas Amerika

Texas A&M University at Qatar menerima dana terbesar.

Perusahaan Umum Listrik dan Air Qatar (Kahramaa). (qewc.com)

Qatar berlakukan denda bagi pemboros air dan listrik

Denda buat pemboros air Rp 71,7 juta, sedangkan yang membiarkan lampu luar menyala dari pagi sampai sore didenda Rp 35,8 juta.

Pembangkit listrik Wakrah di Qatar. (Damon McDonald/Flickr)

Qatar sepakat bangun pembangkit listrik di Indonesia

Nebras Power berencana membangun sebuah pembangkit listrik berbahan bakar gas alam cair dan bisa menghasilkan 500 megawatt





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

18 September 2019

TERSOHOR