bisnis

Arab Saudi tarik Rp 1.028,6 triliun dananya di luar negeri

cadangan devisa di bank sentral negara kabah itu, Saudi Arabian Monetary Agency (Sama), telah berkurang hingga US$ 71 miliar.

28 September 2015 16:00

Selama enam bulan terakhir, Arab Saudi telah menarik US$ 70 miliar atau kini setara Rp 1.028,6 triliun dananya di luar negeri untuk menutupi defisit anggaran kian bertambah lantaran melorotnya harga minyak mentah dunia.

Surat kabar the Financial Times melaporkan cadangan devisa di bank sentral negara kabah itu, Saudi Arabian Monetary Agency (Sama), telah berkurang hingga US$ 71 miliar.

Hampir 90 persen anggaran Saudi bergantung pada 90 persen pendapatan dari penjualan minyak. Pengeluaran Saudi kian bertambah lantaran mesti mengongkosi perang di Yaman.

Penurunan cadangan devisa Saudi mulai melambat Juli lalu setelah pemerintah merilis surat utang dalam negeri.

"Senin itu kabar duka buat kami," kata seorang manajer pengelola dana kepada Financial Times, merujuk pada penarikan besar-besaran aset oleh Saudi pekan lalu.

"Pertanyaan besarnya adalah kapan mereka akan kembali karena para manajer sudah sangat percaya kepada Sama dalam berbisnis beberapa tahun belakangan," ujar Nigel Sillitoe, kepala eksekutif Insight Discovery, perusahaan intelijen pasar keuangan. Dia menambahkan para manajer pengelola dana memperkirakan Sama sudah menarik US$ 50 miliar-US$ 70 miliar asetnya di luar negeri selama setengah tahun terakhir.

Logo WhatsApp. (Arab News)

Arab Saudi bantah blokir layanan telepon WhatsApp

Sejumlah perusahaan telekomunikasi di negara Kabah itu rugi kalau telepon WhatsApp aktif.

Suasana di sebuah pusat belanja di Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi akan wajibkan toko tutup jam sembilan malam

Sektor swasta juga akan dapat libur dua hari sepekan.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (diverse bristol productions)

Standar gaji di Arab Saudi tertinggi kedua di Timur Tengah

Gaji minimum terbesar di kawasan itu adalah di Bahrain, yakni US$ 800 atau kini setara Rp 11,8 juta sebulan.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Gulf Business)

IMF desak Saudi potong subsidi bahan bakar dan gaji pegawai

Itu bakal menguntungkan buat sisi fiskal dan mengurangi konsumsi energi.





comments powered by Disqus