bisnis

Harga minyak dunia bakal bertahan lama di US$ 45 per barel

"Tidak pernah ada sejarahnya perusahaan-perusahaan minyak itu melakukan pengurangan sebesar tahun ini," ujar Fatih Birol.

29 September 2015 16:02

Direktur Eksekutif IEA (Badan Energi Internasional) Fatih Birol memperkirakan harga minyak mentah dunia bakal bertahan lama di US$ 45 per barel.

IEA adalah organisasi beranggotakan 29 negara dan dibentuk pada 1974 untuk membantu negara-negara berkoordinasi menanggulangi gangguan pasokan minyak.

Dia tidak yakin harga emas hitam itu bakal menembus US$ 100 tiap barel dalam waktu cepat. "US$ 45 akan jadi harga untuk waktu lama," kata Birol dalam wawancara khusus dengan surat kabar terbitan Austria Kurier edisi hari ini.

Hingga hari ini harga minyak mentah dunia di kisaran US$ 44 saban barel.

Birol mengakui rendahnya harga minyak mentah dunia merupakan persoalan besar bagi perusahaan minyak. Dia menyebut tahun ini saja perusahaan-perusahaan minyak sudah mengurangi nilai investasi mereka hingga seperlima. "Tidak pernah ada sejarahnya perusahaan-perusahaan minyak itu melakukan pengurangan sebesar tahun ini," ujarnya.

Melorotnya harga minyak juga mempengaruhi negara-negara Arab di Teluk Persia sebagai pengekspor minyak dunia. Uni Emirat Arab sejak awal Agustus lalu sudah mencabut subsidi atas bahan bakar kendaraan bermotor.

Arab Saudi tengah mempertimbangkan mengambil kebijakan serupa. Bahrain mulai Kamis pekan ini berencana menghapus subsidi daging.

Konvoi truk tangki pengangkut minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran tiba di Lembah Bekaa, 17 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Hizbullah mulai bagikan solar ke rumah-rumah sakit di Libanon

Impor 33 ribu metrik ton minyak solar oleh Hizbullah dari Iran itu tiba di Pelabuhan Baniyas, Suriah, Ahad pekan lalu.

Logo Kape Technologies, perusahaan keamanan siber asal Israel. (Kape)

Perusahaan keamanan siber Israel beli ExpressVPN seharga Rp 13,3 triliun

Kape menyebutkan pemngambilalihan ExpressVPN ini akan meningkatkan jumlah pelanggan berbayar hingga lebih dari enam juta.

Para pendukung Hizbullah di Libanon menyambut kedatangan konvoi truk mengangkut minyak solar dari Suriah, merupakan impor dilakukan Hizbullah dari Iran, pada 16 September 2021. (Telegram)

Minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran tiba di Libanon

Pengiriman pertama minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran itu sebanyak 33 ribu metrik ton.

Gambar satelit memperlihatkan kapal tanker Iran mengangkut 33 ribu metrik ton minyak solar untuk Libanon telah tiba di Pelabuhan Baniyas, Suriah. (TankerTrackers.com)

Nasrallah: Impor minyak solar dari Iran untuk Libanon sudah tiba di Suriah

Iran mengangkut 33 ribu metrik ton minyak solar untuk Libanon.





comments powered by Disqus