bisnis

Dubai kota terbaik buat memulai bisnis

Sebanyak 56 persen responden memiliki keyakinan tinggi terhadap kekuatan perkonomian Dubai. Sekitar 68 persen menyukai stabilitas politik di Dubai.

30 September 2015 00:12

Para pengusaha asing memilih Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), sebagai kota terbaik kedua di dunia setelah Singapura buat memulai bisnis, menurut hasil survei global dilakukan HSBC.

Penelitian ini mewawancarai 21.950 ekspatriat dari 198 negara, termasuk dua ribu orang asing menetap di UEA. Survei dilakoni selama Maret hingga Mei lalu.

Empat kota di posisi teratas, versi jajak pendapat HSBC itu, adalah Singapura, Dubai, Hong Kong (Cina), dan London (Inggris). Keempat kota ini meraih skor 85-87 persen, sedangkan rata-rata global 56 persen.

Sebanyak 56 persen responden memiliki keyakinan tinggi terhadap kekuatan perkonomian Dubai. Sekitar 68 persen menyukai stabilitas politik di Dubai.

HSBC bilang hasil surveinya ini disokong oleh Indeks Kemudahan Berbisnis bikinan Bank Dunia. Daftar itu menempatkan UEA di posisi ke-22 dari 189 negara. Negara Arab di Teluk Persia ini meraih poin bagus di sejumlah kategori, termasuk soal pembayaran pajak, perdagangan lintas batas, pengurusan izin pembangunan, dan pendaftaran properti.

"Berdasarkan syarat-syarat mendukung ini, tidak mengherankan Dubai menarik ekspatriat dua kali lebih besar untuk memulai bisnis mereka (9 persen) dibanding rata-rata global (4 persen)," kata Kepala HSBC Timur Tengah Khalid al-Gibali.

Gibali menjelaskan UEA tetap menjadi negara tujuan terpopuler bagi ekspatriat dengan raihan 60 persen suara. Mereka merasa setelah bekerja di sana kualitas kehidupan menjadi lebih baik.

Data ILO (Organisasi Buruh Internasional) menunjukkan lebih dari setengah ekspatriat merasa UEA negara bagus untuk meniti karier. Sekitar 47 persen lainnya mengatakan negara ini cocok buat memperoleh keahlian baru.

Muhammad Alabbar, konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf News)

Konglomerat UEA menyumbang bagi ribuan keluarga miskin di Israel sejak 2018

Muhammad Alabbar bergabung dengan empat pengusaha dari negara Zionis itu. Mereka telah berdonasi sebesar Rp 2,4 triliun sejak proyek itu dimulai pada 2003.

Sebuah tangki minyak berada di atas kapal tanker sedang bersandar di Pelabuhan Jabal Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, meledak pada 7 Juli 2021. (Telegram)

Tangki minyak meledak di pelabuhan Dubai

Penyebab ledakan belum diketahui.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Pantai Umm Suqaim di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (timeoutdubai.com)

Pembangunan hotel tertinggi sejagat di Dubai sudah dimulai

Bangunan rancangan NORR ini bakal setinggi 365 meter dan memiliki 1.042 kamar, termasuk 150 suites, tempat observasi dan lobi untuk bersantai di lantai 81, serta sebuah Sky Terrace dilengkapi kolam renang Infinity, bar, dan dek observasi.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR