bisnis

Teknologi Israel ubah air sungai kotor di Boston jadi bir

Saking kotornya, Sungai Charles sepanjang 128,7 kilometer pernah menginspirasi grup band the Standells membikin lagu berjudul Dirty Water

06 Oktober 2015 11:51

Sebuah perusahaan pemurnian air didirikan di Israel bekerja sama dengan pabrik bir Harpoon Brewery, berpusat di Kota Boston, Negara Bagian Massachusetts, Amerika Serikat, berhasil mengubah air Sungai Charles dulunya terkenal kotor menjadi bir.

Desalitech, dibangun di Israel tujuh tahun lalu dan kemudian pindah ke Boston, menggunakan teknologi mereka sudah dipatenkan untuk memasok air dari Sungai Charles buat menghasilkan bir bermerek River Pale Ale. Edisi terbatas dari bir ini dipamerkan di HUBWeek, festival ilmu pengetahun dan seni berlangsung di Boston selama sepekan.

Presiden Direktur Desalitech Nadav Efraty bilang membantu membikin bir dari air sungai adalah bagian dari misi perusahaannya untuk menciptakan lingkungan lebih baik.

"Kelangkaan air adalah tantangan global berpengaruh terhadap jutaan orang di seluruh dunia," kata Efraty melalui pernyataan tertulis. "Kami bangga menjadi perusahaan bisa memberikan jalan keluar dan membuat dampak positif di Amerika Serikat dan negara lain."

Desalitech menggunakan sebuah sistem osmosis sirkuit tertutup, dirancang berpuluh-puluh tahun di Israel oleh Avi, ayah dari Efraty. Ahli kimia kelahiran Amerika itu memboyong keluarganya pindah ke israel pada 1970-an. Efraty lantas menjadi Direktur Teknik di Desalitech.

Dua tahun lalu Desalitech membangun kantor pusatnya di Boston Raya. Efraty tertarik pindah ke kota itu lantaran bujuk rayu mantan Gubernur Massachusetts Deval Patrick, beberapa kali memimpin misi dagang tingkat tinggi ke Israel.

Saking kotornya, Sungai Charles sepanjang 128,7 kilometer pernah menginspirasi grup band the Standells. Lagu berjudul Dirty Water (Air Kotor) bikinan kelompok musik itu laris manis dan tersohor. Saking populernya, mulai Bruce Springsteen hingga Dropkick Murphys ikut-ikutan menyanyikan Dirty Water.

Selama berpuluh-puluh tahun sungai memisahkan kota Boston dan Cambridge itu dibersihkan. Sampai akhirnya kini bisa dipakai buat berenang.

Presiden Direktur Harpoon Charley Storey masih ingat lelucon di kalangan warga Boston: bila nekat menceburkan diri ke Sungai Charles, Anda perlu dirawat di ruangan gawat darurat.

Tapi sekarang opini sudah berbeda. "Harpoon dengan bangga menyatakan Boston adalah rumah kita dan menyerukan untuk membangun lingkungan serta masyarakat lebih kuat dan berkesinambungan," ujarnya, juga lewat pernyataan tertulis.

Harpoon, dibangun pada 1986, sekarang merupakan pabrik bir terbesar ke-15 di seantero Amerika Serikat.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Puluhan pengusaha Israel kunjungi Arab Saudi gunakan paspor Israel

Kalaupun tidak bisa ke Israel, para pengusaha Saudi mengadakan pertemuan dengan kolega mereka dari Israel di Abu Dhabi, Dubai, atau Manama.

Flydubai, Saudia, Oman Air, dan Kuwait Airways sepakat mengoperasikan lebih dari 160 penerbangan per hari ke Doha selama Piala Dunia 2022 di Qatar. (SPA)

Saudia akan operasikan 540 penerbangan tambahan selama Piala Dunia 2022 di Qatar

Saudia, Fydubai, Oman Air, dan Kuwait Airways akan mengoperasikan lebih dari 160 penerbangan saban hari menuju Doha.

Menteri Negara urusan Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab Tsani bin Ahmad az-Zayudi saat berbicara di Forum Ekonomi Dunia 2022 di Kota Davos, Swiss. (Word Economic Forum)

Nilai perdagangan UEA-Israel capai US$ 1 miliar di kuartal pertama 2022

Lebih dari seribu perusahaan asal negara Zionis itu tahun ini akan membuka kantor di UEA.

Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Pangeran Al-Walid akan jual 16,87 persen saham KHC kepada PIF

Pangeran Al-Walid termasuk anggota keluarga kerajaan pertama diangkap atas suruhan adik sepupunya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, pada awal November 2017 dengan tuduhan korupsi.





comments powered by Disqus