bisnis

Produksi emas Sudan tahun ini diperkirakan 80 ton

Sudan sudah kehilangan tiga perempat produksi minyaknya, merupakan sumber pendapatan utama negara, setelah Sudan Selatan memerdekakan diri empat tahun lalu.

07 Oktober 2015 10:31

Pemerintah Sudan memperkirakan produksi emas tahun ini 80 ton, mengalahkan rekor tahun lalu.

"Di tiga kwartal pertama tahun ini kami sudah menghasilkan 72 ton emas," kata Menteri Mineral Sudan Osheik Muhammad Tahir kemarin dalam konferensi pertambangan di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. "Jadi kami berada dalam jalur untuk mencapai target produksiĀ  80 ton."

Pertambangan emas kini menjadi salah satu bagian penting buat pemerintah menggerakkan perekonomian Sudan. Sebab mereka sudah kehilangan tiga perempat produksi minyaknya, merupakan sumber pendapatan utama negara, setelah Sudan Selatan memerdekakan diri empat tahun lalu.

Kebanyakan ladang minyak memang berada di Sudan Selatan.

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hanya akan lepas dua persen saham

Diperkirakan bisa meraup dana Rp 567,5 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco secara resmi umumkan rencana IPO bulan depan

Sejumlah sumber memperkirakan pengumuman itu keluar pada 20 Oktober.





comments powered by Disqus