bisnis

Mesir keluarkan empat izin baru eksplorasi minyak dan gas

EGAS bilang empat konsesi baru itu bakal menghasilkan total investasi paling sedikit Rp 4,2 triliun.

07 Oktober 2015 14:19

Mesir telah mengeluarkan empat izin baru buat mengeksplorasi minyak dan gas di pantai Laut Tengah, dua bulan setelah penemuan sumber gas terbesar oleh Eni, perusahaan tambang asal Italia.

Melalui pernyataan tertulis, perusahaan gas milik pemerintah Mesir EGAS menjelaskan pihaknya memberikan keempat lisensi itu kepada British Petroleum (perusahaan tambang Inggris), Edison (Italia), konsorsium British Petroleum dan anak perusahaan Eni, serta konsorsium Eni, British Petroleum, dan Total (Prancis).

Eni akhir Agustus lalu mengumumkan telah menemukan ladang gas terbesar di lepas pantai Mesir. Mereka memperkirakan cadangan gas di Zohr, kawasan seluas seratus kilometer persegi, itu berjumlah 30 triliun kaki kubik.

Penemuan ini bisa membantu negara Nil itu melunasi utang US$ 3,5 miliar atau kini setara Rp 48,6 triliun kepada sejumlah perusahaan energi asing. EGAS bilang empat konsesi baru itu bakal menghasilkan total investasi paling sedikit US$ 306 juta (Rp 4,2 triliun).

Mesir tadinya negara pengekspor gas, namun beberapa tahun belakangan mengimpor lantaran produksinya belum bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF sarankan Arab Saudi naikkan VAT jadi 10 persen

IMF memperkirakan defisit anggaran Saudi tahun ini bakal meningkat menjadi 6,5 persen dari produk domestik bruto dari 5,9 persen tahun lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

18 September 2019

TERSOHOR