bisnis

Pangeran Al-Walid tambah sahamnya di Twitter

Dengan 34.948.975 lembar saham, Pangeran Al-Walid bersama Kingdom Holding Company kini pemegang saham terbesar kedua di Twitter.

08 Oktober 2015 08:31

Konglomerat Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal bareng perusahaan investasinya Kingdom Holding Company telah menambah jumlah saham mereka di Twitter menjadi lebih dari lima persen.

Kingdom Holding telah membeli tambahan saham itu seharga US$ 50 juta atau kini setara Rp 687,2 miliar. Saham keduanya kini berjumlah 34.948.975 lembar dan sebanyak 30.100.078 lembar (4,45 persen) adalah kepunyaan pribadi Pangeran Al-Walid.

"Investasi gabungan ini membikin Pangeran Al-Walid dan Kingdom Holding menjadi pemegang saham terbesar kedua di Twitter," kata kantor Pangeran Al-Walid melalui pernyataan tertulis kemarin.

Pangeran Al-Walid dan Kingdom Holding pertama kali menanam modal US$ 300 juta (Rp 4,1 triliun) di Twitter pada 2011, dua tahun sebelum perusahaan media sosial ini bergabung dalam bursa saham. Pangeran Al-Walid adalah pemilik 95 persen saham di Kingdom Holding.

Twitter tercatat di Bursa Saham New York, Amerika Serikat, pada November 2013. Nilai kapitalisasinya kini US$ 18,7 miliar (Rp 256,6 triliun), menurut Reuters.

Konglomerat asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Pangeran Al-Walid cari pinjaman sebesar Rp 13 triliun

Konglomerat ritel fesyen, Fawaz Abdul Aziz al-Hokair - dibebaskan bareng Pangeran Al-Walid - juga mencari pinjaman senilai Rp 29,3 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid jual sahamnya di Hotel Four Seasons Damaskus

Pangeran Al-Walid menjual sahamnya di Hotel Fur Seasons Beirut senilai Rp 1,4-1,6 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal di ruang kerjanya di gedung Kingdom Tower, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Pangeran Al-Walid kembali bekerja setelah dibebaskan dari tahanan

Tidak diketahui berapa harga dibayar Pangeran Al-Walid untuk menebus kebebasannya.

Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Arab News)

Direktur keuangan di perusahaan milik Pangeran Al-Walid berhenti

Muhammad Fakhri sudah lima tahun bekerja di Kingdom Holding Company.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR