bisnis

Setelah dua serangan teror, 70 hotel di Tunisia bangkrut

Tingkat hunian hotel di negara itu tidak lebih dari 20 persen.

19 Oktober 2015 15:46

Paling tidak 70 hotel di Tunisia telah ditutup sejak bulan lalu sehabis dua serangan teror menghantam negara itu tahun ini.

"Situasinya sangat melempem," kata Ketua Federasi Hotel Tunisia Radwan bin Salah kepada radio swasta Mosaique FM. "Dengan tingkat hunian tidak lebih dari 20 persen, 70 hotel sudah tutup sejak September karena tidak ada tamu dan akan ada hotel-hotel lain bernasib serupa."

Salah menambahkan pengangguran juga bakal melonjak karena para karyawan hotel dipaksa untuk berhenti. Namun dia bilang para pemilik hotel dan pemerintah sudah sepakat memberi subsidi US$ 102 sebulan dan tambahan untuk periode enam bulan berikutnya.

Tingkat pengangguran di negara Arab magribi itu kini di angka 30 persen, tapi di kalangan anak muda datanya lebih tinggi dari itu. Satu dari enam warga Tunisia sekarang hidup di bawah garis kemiskinan.

Sektor wisata menyumbang sepuluh persen buat produk domestik bruto negara itu dan mempekerjakan 400 ribu orang secara langsung atau tidak langsung.

Namun sejak dua serangan teror menimpa pelancong asing di Tunisia - di Museum Nasional Bardo di Ibu Kota Tunis, Maret lalu, dan di kawasan resor pantai di Sousse, Juni lalu - sektor turisme hancur. Dua teror diklaim oleh milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) ini menewaskan 22 dan 38 orang.

Jumlah pelancong asal Eropa sudah turun setengah sejak Januari lalu. Jaringan hotel internasional di Tunisia sudah mengumumkan bakal tidak beroperasi selama musim dingin.

Di musim panas ini industri wisata Tunisia sangat bergantung pada pelancong lokal atau dari kawasan Afrika Utara, terutama negara tetangga Aljazair.

Perkembangan ekonomi Tunisia stagnan sejak revolusi 2011 berhasil menumbangkan rezim Zainal Abidin bin Ali. Kementerian Keuangan memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 0,5 persen, setengah dari angka pertumbuhan di 2014.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR