bisnis

Harga minyak idealnya US$ 80 per barel

Gara-gara menurunnya harga emas hitam, UEA sejak 1 Agustus lalu mencabut subsidi atas bensin dan solar buat kendaraan bermotor.

25 Oktober 2015 21:28

Menteri Perekonomian Uni Emirat Arab (UEA) Sultan bin Said al-Mansyuri hari ini bilang idealnya harga minyak mentah dunia di posisi US$ 80 per barel.

Dia bilang dunia tidak boleh membiarkan harga minyak bertahan di kisaran US$ 50 tiap barel karena perekonomian mulai membaik. Dia memperkirakan pertumbuhan perekonomian global bakal naik di semester kedua tahun depan.

"Menteri energi melihat US$ 80 sebagai harga ideal karena kita akan mulai menuju tahap selanjtnya (pemulihan ekonomi)," kata Sultan. Dia menambahkan pertumbuhan ekonomi mulai terlihat di Cina dan sejumlah kawasan lainnya.

Soal akibat melorotnya harga minyak mentah global terhadap perekonomian UEA, Sultan menekankan keuntungan dari dana telah diinvestasikan di luar negeri akan menutupi defisit anggaran.

Gara-gara menurunnya harga emas hitam, UEA sejak 1 Agustus lalu mencabut subsidi atas bensin dan solar buat kendaraan bermotor.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Lobi Putin dan kesepakatan OPEC

Indonesia membekukan keanggotaannya di OPEC.

Khalid al-Falih, Chairman Saudi Aramco sekaligus Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. (Arab News)

OPEC sepakati pengurangan produksi minyak

Kesepakatan ini berlaku mulai Januari 2017.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali an-Naimi. (BBC)

Arab Saudi dan Rusia sepakat tetapkan batas produksi minyak

Level produksi Januari tahun ini menjadi batas produksi selanjutnya.

Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad as-Sabah. (The Iran Project)

Kuwait prediksi defisit melonjak hampir 50 persen

Kementerian Keuangan memperkirakan pendapatan negara sebesar 7,4 miliar dinar dan belanja 18,9 miliar dinar.





comments powered by Disqus