bisnis

Harga minyak melorot, pendapatan Kuwait merosot 60 persen

Emir Kuwait meminta penghematan anggaran negara.

28 Oktober 2015 21:04

Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad as-Sabah telah menyerukan kepada para pejabat negara itu untuk mencari sumber devisa alternatif dan menghemat anggaran belanja. Sebab pendapatan Kuwait merosot 60 persen lantaran melorotnya harga minyak mentah dunia.

Saat berpidato di hadapan anggota parlemen, Syekh Sabah meminta rakyatnya memahami kebijakan-kebijakan baru dibuat untuk menyesuaikan dengan menukiknya pendapatan negara. "Penurunan harga minyak global telah menyebabkan pendapatan negara melorot 60 persen sementara pengeluaran tetap," katanya. "Tanpa mengurangi belanja akan terjadi defisit sangat besar."

Dia mendesak segera diambil tindakan serius untuk menyelesaikan reformasi ekonomi tengah dijalankan. "Penundaan hanya akan meningkatkan defisit anggaran dan mengakibatkan kerugian lebih besar bagi reformasi ekonomi," ujarnya.

Gara-gara defisit pula, Kuwait sejak Januari lalu sudah mencabut subsidi atas minyak tanah dan avtur.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait defisit Rp 154 triliun

Pengeluaran untuk gaji pegawai negeri dan subsidi meliputi 75 persen dari total anggaran belanja negara.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait proyeksikan defisit US$ 25 miliar untuk anggaran belanja mendatang

Rencana anggaran ini disusun berdasarkan asumsi harga minyak dunia US$ 55 per barel.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait diprediksi defisit US$ 21 miliar

Cadangan devisa Kuwait saat ini diperkirakan lebih dari US$ 600 miliar.





comments powered by Disqus