bisnis

Arab Saudi tunda pelaksanaan aturan 40 jam kerja bagi sektor swasta

Kebanyakan warga Saudi menjadi pegawai negeri dengan beragam kondisi mengenakkan, seperti 35 jam kerja seminggu ditambah uang pensiun besar dan fasilitas kesehatan.

30 Oktober 2015 21:44

Kabinet Arab Saudi memutuskan menunda pelaksanaan aturan memberlakukan 40 jam kerja sepekan untuk sektor swasta, sebagai bagian dari gagasan untuk mendorong warga negara itu bekerja di sektor ini.

Dalam pengumuman lewat Twitter semalam, Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi bilang penundaan itu lantaran tanggapan dari para pebisnis. Namun tidak ada penjelasan kapan keputusan 40 jam kerja buat karyawan swasta itu akan diterapkan.

Pemerintah memang menghadapi dilema saat mencoba meningkatkan kesempatan kerja bagi orang Saudi di sektor swasta saat harga minyak mentah dunia melorot.

Kebanyakan warga Saudi menjadi pegawai negeri dengan beragam kondisi mengenakkan, seperti 35 jam kerja seminggu ditambah uang pensiun besar dan fasilitas kesehatan. Sedangkan sektor swasta diisi oleh sepuluh juta tenaga kerja asing.

Untuk mengurangi beban anggaran negara dan jumlah pekerja asing, pemerintah berencana mendorong lebih banyak warga Saudi bekerja di sektor swasta dengan mengurangi jam kerja dari 48 jam menjadi 40 jam sepekan. Juga menambah libur akhir pekan dari satu menjadi dua hari.

Namun kebanyakan komunitas bisnis berpendapat langkah itu bakal merusak perekonomian karena ongkos perusahaan kian besar, menunda investasi, dan mungkin memaksa perusahaan mempekerjakan tenaga asing.

Konvoi truk tangki pengangkut minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran tiba di Lembah Bekaa, 17 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Hizbullah mulai bagikan solar ke rumah-rumah sakit di Libanon

Impor 33 ribu metrik ton minyak solar oleh Hizbullah dari Iran itu tiba di Pelabuhan Baniyas, Suriah, Ahad pekan lalu.

Logo Kape Technologies, perusahaan keamanan siber asal Israel. (Kape)

Perusahaan keamanan siber Israel beli ExpressVPN seharga Rp 13,3 triliun

Kape menyebutkan pemngambilalihan ExpressVPN ini akan meningkatkan jumlah pelanggan berbayar hingga lebih dari enam juta.

Para pendukung Hizbullah di Libanon menyambut kedatangan konvoi truk mengangkut minyak solar dari Suriah, merupakan impor dilakukan Hizbullah dari Iran, pada 16 September 2021. (Telegram)

Minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran tiba di Libanon

Pengiriman pertama minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran itu sebanyak 33 ribu metrik ton.

Gambar satelit memperlihatkan kapal tanker Iran mengangkut 33 ribu metrik ton minyak solar untuk Libanon telah tiba di Pelabuhan Baniyas, Suriah. (TankerTrackers.com)

Nasrallah: Impor minyak solar dari Iran untuk Libanon sudah tiba di Suriah

Iran mengangkut 33 ribu metrik ton minyak solar untuk Libanon.





comments powered by Disqus