bisnis

Arab Saudi tunda pelaksanaan aturan 40 jam kerja bagi sektor swasta

Kebanyakan warga Saudi menjadi pegawai negeri dengan beragam kondisi mengenakkan, seperti 35 jam kerja seminggu ditambah uang pensiun besar dan fasilitas kesehatan.

31 Oktober 2015 04:44

Kabinet Arab Saudi memutuskan menunda pelaksanaan aturan memberlakukan 40 jam kerja sepekan untuk sektor swasta, sebagai bagian dari gagasan untuk mendorong warga negara itu bekerja di sektor ini.

Dalam pengumuman lewat Twitter semalam, Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi bilang penundaan itu lantaran tanggapan dari para pebisnis. Namun tidak ada penjelasan kapan keputusan 40 jam kerja buat karyawan swasta itu akan diterapkan.

Pemerintah memang menghadapi dilema saat mencoba meningkatkan kesempatan kerja bagi orang Saudi di sektor swasta saat harga minyak mentah dunia melorot.

Kebanyakan warga Saudi menjadi pegawai negeri dengan beragam kondisi mengenakkan, seperti 35 jam kerja seminggu ditambah uang pensiun besar dan fasilitas kesehatan. Sedangkan sektor swasta diisi oleh sepuluh juta tenaga kerja asing.

Untuk mengurangi beban anggaran negara dan jumlah pekerja asing, pemerintah berencana mendorong lebih banyak warga Saudi bekerja di sektor swasta dengan mengurangi jam kerja dari 48 jam menjadi 40 jam sepekan. Juga menambah libur akhir pekan dari satu menjadi dua hari.

Namun kebanyakan komunitas bisnis berpendapat langkah itu bakal merusak perekonomian karena ongkos perusahaan kian besar, menunda investasi, dan mungkin memaksa perusahaan mempekerjakan tenaga asing.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco secara resmi umumkan rencana IPO bulan depan

Sejumlah sumber memperkirakan pengumuman itu keluar pada 20 Oktober.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.





comments powered by Disqus