bisnis

NCB Capital borong lebih dari 50 persen saham SRMG

Pembelian itu berlangsung beberapa jam setelah Kingdom Holding Company milik Pangeran Al-Walid bin Talal mengumumkan menjual 29,9 persen saham mereka di SRMG senilai Rp 3,05 triliun.

02 November 2015 12:17

Dua perusahaan investasi milik NCB Capital telah membeli 55,21 persen saham kepunyaan Saudi Research and Marketing Group (SRMG), merupakan penerbit surat kabar pan-Arab Asy-Syarq al-Ausat dan salah satu perusahaan media terbesar di Timur Tengah.

Transaksi di luar pasar itu diumumkan kemarin setelah Bursa Saham Arab Saudi ditutup. Pembelian itu berlangsung beberapa jam setelah Kingdom Holding Company milik konglomerat Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal mengumumkan menjual 29,9 persen saham mereka di SRMG senilai 837,2 juta riyal atau kini setara Rp 3,05 triliun.

"Investor baru itu tidak berencana mengubah keseluruhan strategi perusahaan dan tidak mempunyai rencana untuk membeli sisa saham," kata SRMG dalam pernyataan tertulis.

Selain memiliki Asy-Syarq al-Ausat, berkantor pusat di Ibu Kota London, Inggris, SRMG menerbitkan dua koran lain - Al-Iqtisadiyah dan Arab News. Mereka juga mempunyai hubungan dekat dengan keluarga kerajaan lewat 6,84 persen saham atas nama Pangeran Ahmad bin Salman, putra kelima dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz.

NCB Capital, merupakan anak perusahaan dari National Commercial Bank, bank terbesar di Arab Saudi. Sebanyak 55,21 persen saham dibeli NCB Capital itu dibagi dua antara NCB Capital Fund 13 dengan 29,9 persen dan NCB Capital Fund 4 sebesar 25,3 persen.

SRMG tidak menyebut berapa nilai saham dibeli NCB Capital itu. Hanya saja Kingdom Holding menyebut per lembar sahamnya seharga 35 riyal (Rp 127.595).

Menurut perhitungan Reuters, nilai SMRG setelah saham mereka diborong NCB Capital sekitar 2,8 miliar riyal (Rp 10,2 triliun).

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hanya akan lepas dua persen saham

Diperkirakan bisa meraup dana Rp 567,5 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco secara resmi umumkan rencana IPO bulan depan

Sejumlah sumber memperkirakan pengumuman itu keluar pada 20 Oktober.





comments powered by Disqus