bisnis

Tarif air di Arab Saudi naik 50 persen bulan depan

Tarif baru Rp 33 ribu per meter kubik bagi pemakai air dan layanan sanitasi, sedangkan pengguna air saja dikenakan Rp 22 ribu tiap meter kubik.

02 November 2015 12:59

Kementerian Air dan Listrik Arab Saudi bulan depan menaikkan tarif air dan layanan sanitasi hingga 50 persen. Harga baru itu berlaku mulai 16 Desember.

Seorang pejabat di kementerian itu mengungkapkan tarif baru ini akan berlaku di seantero Arab Saudi dan dikenakan kepada lembaga pemerintah serta perusahaan industri dan perdagangan berskala besar. Namun kenaikan tarif ini tidak berlaku bagi rumah tinggal.

Pejabat ini menjelaskan kebijakan menaikkan tarif air itu untuk mengurangi tingkat pemakaian air.

Tarif baru itu yakni 9 riyal atau kini setara Rp 33 ribu per meter kubik bagi pemakaian layanan air dan sanitasi. Sedangkan konsumen khusus air saja hanya akan dikenakan harga 6 riyal (Rp 22 ribu) tiap meter kubiknya.

Kementerian Air dan Listrik menekankan kenaikan tarif itu tidak akan berpengaruh terhadap warga negara. Kebijakan ini akan berdampak pada pembatasan penggunaan air dan menjaga sumber daya air.

Pesawat Boeing 787 milik Qatar Airways mendarat di Windhoek, Namibia. (Twitter/@qatarairways)

Qatar Airways tetap beroperasi

Walau krisis, Qatar Airways tidak memecat karyawannya.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Emirates hentikan semua penerbangan penumpang mulai 25 Maret

Tidak ada pemecatan karyawan, hanya gaji pokok dipotong untuk tiga bulan ke depan.

Paspor Irak. (Twitter)

Irak akan hentikan penerbangan dari dan menuju Baghdad

Saat ini terdapat 110 penderita Covid-19 dan sepuluh orang meninggal akibat terinfeksi virus itu. 

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Arab Saudi hentikan penerbangan internasional dua pekan

Bagi penduduk Saudi tidak bisa pulang selama penghentian berlangsung dianggap sedang liburan resmi.





comments powered by Disqus