bisnis

Rolls-Royce paling laku di Abu Dhabi

Selama tahun lalu 4.063 mobil Rolls-Royce terjual di seluruh dunia.

11 Januari 2015 20:15

Abu Dhabi menjadi dealer Rolls-Royce paling laku di dunia sepanjang tahun lalu dengan nilai penjualan mobil kelas premium ini di Uni Emirat Arab (UEA) termasuk paling tinggi sejagat.

Abu Dhabi adalah ibu kota dari UEA dengan pendapatan per kapita US$ 49.600 (Rp 672 juta) per tahun pada 2010 atau tertinggi kesembilan di dunia.

Rolls-Royce Motor Cars mengumumkan selama 2014 angka penjualan Rolls-Royce di Bahrain naik 50 persen, disusul Kuwait (45 persen), dan Oman (27 persen).

Data-data itu menjadi bagian dari total penjualan 4.063 mobil Rolls-Royce di seluruh dunia. Ini rekor penjualan terbesar selama lima tahun berturut-turut sejak 2009. Jika dibandingkan lima tahun lalu angka penjualan Rolls-Royce pada 2014 naik empat kali lipat.

Naiknya penjualan juga terlihat di pelbagai kawasan, Amerika Utara (30 persen), Timur Tengah (20 persen), dan Eropa (40 persen). Amerika Serikat tetap menjadi pasar Rolls-Royce terpenting. Kampung halaman Rolls-Royce di Inggris menempati penjualan terbanyak keempat (naik 13 persen).

Rolls-Royce saat ini memiliki 127 dealer di seantero dunia. Mereka tahun ini berencana menambah jumlah dealer lagi. "Rekor lima tahun berturut-turut ini menghasilkan angka penjualan di tingkat empat ribu mobil untuk pertama kali sejak perusahaan ini berdiri 111 tahun lalu," kata Direktur Utama Rolls-Royce Motor Cars Torsten Muller-Otvos.

Rekor penjualan ini dipicu oleh larisnya Rolls-Royce Ghost Seri II, diluncurkan pada November, dan jenis Wraith. Sedangkan Rolls-Royce Phantom masih menjadi primadona. Permintaan atas mobil-mobil pesanan khusus juga menanjak.

Rolls-Royce tipe Phantom pertama kali dipasarkan pada 2003, disusul jenis Ghost pada 2010, dan Wraith pada 2013. Jenis Phantom dimulai dari harga US$ 474.990 (Rp 6 miliar), US$ 263.200 (Rp 3,3 miliar) buat Ghost, dan US$ 284.900 (Rp 3,6 miliar) untuk tipe Wraith.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait akan berhentikan 50 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Perdana Menteri Kuwait Syekh Sabah al-Khalid as-Sabah Juni lalu mengajukan proposal untuk mengurangi jumlah ekspatriat dari 70 menjadi 30 persen.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit enam negara Arab Teluk tahun ini bisa tembus Rp 2.648 triliun

Utang pemerintah keenam negara Arab Teluk itu sampai 2023 diperkirakan sebesar Rp 4.559,5 triliun.





comments powered by Disqus