bisnis

Timur Tengah butuh 2.460 pesawat baru hingga 2034

Terbang delapan jam dari Dubai dapat mengakses 87 persen penduduk dunia dan 64 persen produk domestik bruto global. Kalau terbang 16 jam, bisa mengakses seluruh penduduk dan produk domestik dunia.

10 November 2015 14:30

Pabrik pesawat Airbus kemarin menyatakan Timur Tengah memerlukan 2.460 pesawat baru, termasuk 400 Airbus A380, hingga 2034. Nilai totalnya US$ 590 miliar.

Menurut Global Market Forecast 2015-2034 dilansir Airbus, penerbangan dari dan ke Timur Tengah naik empat kali lipat dalam satu dasawarsa terakhir. Hingga 2034 lalu lintas udara di kawasan ini akan menanjak enam persen, di atas rata-rata pertumbuhan global 4,6 persen.

Direktur Operasional Airbus John Leahy bilang dari total kebutuhan itu, 1.890 pesawat untuk pengembangan dan 570 lainnya buat mengganti pesawat usang. Dia menjelaskan Timur Tengah akan memerlukan 1.570 pesawat berbadan lebar - termasuk A380, A330, dan di masa depan A350 dan A330neo - buat melayani penerbangan jarak jauh.

Leahy menekankan lokasi strategis Timur Tengah membikin hanya dengan terbang empat jam dari Dubai, Uni Emirat Arab, bisa mengakses 40 persen dari total penduduk Bumi dan 17 persen dari keseluruhan produk domestik bruto dunia.

Terbang delapan jam dari Dubai dapat mengakses 87 persen penduduk dunia dan 64 persen produk domestik bruto global. Kalau terbang 16 jam, bisa mengakses seluruh penduduk dan produk domestik dunia. "Ini sebuah cerita mengesankan dan ini adalah kisah penerbangan Timur Tengah," kata Leahy.

Mobil baru berseliweran di Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

55 miliarder berharta Rp 2.346 triliun tinggal di UEA

Di tingkat kota, San Fransisco paling banyak didiami kaum supertajir, disusul New York, Dubai, dan Hong Kong.

Desain Menara Dubai, calon bangunan tertinggi sejagat telah dimulai pembangunannya pada 10 Oktober 2016. Direncanakan selesai pada 2020. (Al-Arabiya)

Dubai kota favorit kelima di dunia bagi jutawan untuk membeli rumah kedua

Kota Dubai di Uni Emirat Arab saat ini dihuni 2.400 jutawan.

Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab dan Emir Dubai. (Twitter/@HHShkMohd)

UEA resmikan pabrik percetakan uang pertama

UEA selama ini mencetak mata uang dirham mereka di luar negeri, seperti di Inggris dan Prancis.

Ehang 184, mobil terbang pertama di dunia bakal diluncurkan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Juli 2017. (Arabian Business)

Dubai luncurkan mobil terbang pertama Juli 2017

Berkapasitas satu penumpang dan berkecepatan 160 kilometer per jam.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

11 Desember 2019

TERSOHOR