bisnis

ADIA berencana tutup kantornya di London

Hingga akhir tahun lalu total aset ADIA senilai Rp 10.494 triliun.

11 November 2015 01:36

ADIA (Otoritas Investasi Abu Dhabi), salah satu perusahaan manajemen aset terkaya di dunia, berencana menutup kantor mereka di Ibu Kota London, Inggris. Ini satu-satunya kantor cabang ADIA di luar negeri.

ADIA membuka kantornya di London pada pertengahan 1980-an dengan jumlah staf sekarang tidak lebih dari 20 orang.

Juru bicara ADIA tidak menjelaskan alasan penutupan kantornya di London, namun Abu Dhabi bakal menggunakan dan menginvestasikan pendapatan dari hasil penjualan minyak secara lebih efisien, terutama lantaran melorotnya harga minyak mentah global saat ini.

Meski begitu, juru bicara tidak disebutkan identitasnya ini memastikan rencana penutupan itu tidak akan mempengaruhi investasi ADIA di Inggris. "Ini tidak akan mempengaruhi investasi dan komitmen kami kepada Inggris, akan terus berlanjut seperti sebelumnya," katanya kepada kantor berita Reuters.

ADIA memiliki saham di Bandar Udara Internasional Gatwick dan Thames Water, selain investasi di sektor properti serta hotel. Sovereign Wealth Fund Institute memperkirakan total aset ADIA hingga akhir tahun lalu senilai US$ 773 miliar atau kini setara Rp 10.494 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Izin industri di Arab Saudi akan berjangka waktu lima tahun

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan stabilitas dan keberlangsung sektor industri di negara Kabah itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline. (Twitter/@emirates)

Emirates Airline rugi Rp 78,7 triliun karena pandemi Covid-19

Sebelum pandemi Covid-19, Emirates Airline mempekerjakan 60.033 staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu kru kabin. Sekarang jumlah karyawan Emirates melorot menjadi 40.801 orang.





comments powered by Disqus