bisnis

Arab Saudi mulai swastanisasi bandar udara tahun depan

Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Ibu Kota Riyadh akan menjadi aset pemerintah pertama bakal diprivatisasi.

17 November 2015 01:32

Arab Saudi akan mulai melakukan privatisasi bandar udara dan beragam layanan terkait pada kuartal pertama 2016.

"Program swastanisasi itu sejalan dengan rencana kerajaan untuk meningkatkan efisiensi sistem bandar udara dan mengurangi beban anggaran negara," kata Kepala GACA (Otoritas Umum Penerbangan Sipil) Sulaiman al-Hamdan lewat pernyataan tertulis Ahad lalu.

Hamdan bilang Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Ibu Kota Riyadh akan menjadi aset pemerintah pertama bakal diprivatisasi. Bagian menara pengawas dan unit teknologi informasi bakal menyusul di kuartal kedua dan ketiga tahun depan. Program swastanisasi ini bakal mencakup seluruh bandar udara di negara Kabah itu dan dijadwalkan berlangsung hingga 2020.

Arab Saudi sudah melakukan privatisasi terhadap anak perusahaan dari maskapai nasional mereka, yakni Saudi Airlines Catering Co. and Saudi Ground Services Co. Kedua perusahaan ini sudah terdaftar di bursa saham. Anak usaha di sektor kargo bakal menyusul.

Negara ini sudah menginvestasikan miliaran dolar Amerika Serikat untuk membangun infrastruktur di industri penerbangan, termasuk memperluas kapasitas bandar-bandar udara. Menurut data GACA tahun lalu, terdapat 27 bandar udara di Arab Saudi, termasuk empat bandar udara di Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah berstatus internasional.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi bulan ini akan gelontorkan bantuan uang tunai sebesar Rp 7,2 triliun bagi 10,4 juta warganya

Rata-rata tiap keluarga memperoleh Rp 4 juta saban bulan. Program ini dimulai sejak Desember 2017 setelah Saudi melakukan liberalisasi ekonomi.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Sudan naikkan harga bensin dan solar setelah hapus subsidi

Sudan masih memberlakukan subsidi terhadap gas untuk memasak, minyak tanah, tepung gandum, dan obat-obatan.

Kantor pusat Quadream berada di lantai 19 dari gedung berlokasi di Ramat Gan, Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Rakoon/Haaretz)

Bin Salman berlangganan dua aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel

Aplikasi Reign bikinan perusahaan Quadream ini juga sudah dipakai oleh sebuah lembaga resmi di Indonesia.





comments powered by Disqus