bisnis

Arab Saudi importir cokelat terbesar kedua di Timur Tengah

Konsumsi cokelat per orang di negara Kabah itu US$ 41 setahun.

24 November 2015 21:26

Arab Saudi menjadi importir cokelat terbesar kedua di Timur Tengah setelah Uni Emirat Arab (UEA).

Auras Fiore, Direktur the Choco Swiss Foundation, konsorsium berisi 18 produsen cokelat Swiss, bilang Arab Saudi telah mengimpor 1.167.644 kilogram cokelat, setara dengan 0,94 persen dari total volume ekspor cokelat Swiss. Angka ini menempatkan negara Kabah itu di posisi ke-22 dari 152 negara pengimpor cokelat di dunia, dan kedua sehabis UEA di kalangan negara Arab.

Iyad Hijjawi, Konsultan Regional Umum di Euromonitor International, menjelaskan seperempat dari US$ 10 miliar nilai perdagangan cokelat di seluruh dunia berada di kawasan Arab Teluk. Sebanyak US$ 1 miliar di Arab Saudi, disusul pasar UEA sebesar US$ 440 juta.

Menurut Euromonitor Company, konsumsi cokelat per orang tertinggi di Inggris. Rata-rata warga negara ini menghabiskan US$ 146 saban tahun, diikuti Kanada (US$ 69), dan Arab Saudi (US$ 41). Konsumsi cokelat per individu terendah di Mesir (US$ 4,5), Maroko (US$ 3,4), dan India (US$ 1,5).

Ibu Kota Muskat, Oman. (Gulf Business)

Oman jadi negara Arab Teluk keempat berlakukan VAT

Oman memprediksi dari pemberlakuan VAT mulai tahun ini bisa meraup US$ 1,04 miliar atau 1,5 persen dari produk domestik bruto. 

Kapal supertanker mampu mengangkut sekitar dua juta barel minyak milik Abu Dhabi National Oil Company. (WAM)

ADNOC beli dua kapal supertanker berkapasitas dua juta barel minyak

Masing-masing kapal supertanker itu mampu mengangkut dua juta barel minyak.

Serangan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman pada 13 April 2021 menghancurkan kilang minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Screenshot YouTube)

Serangan Al-Hutiyun hancurkan kilang Aramco di Jeddah

Sejak berperang dengan Al-Hutiyun pada Maret 2015, Saudi keteteran dan hampir saban hari menjadi target serangan oleh milisi sokongan Iran itu.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez, Mesir sejak 23 Maret 2021. (Suez Canal Authority)

Mesir beruding dengan pemilik kapal MV Ever Given soal kompensasi sebesar US$ 1 miliar

Terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di Terusan Suez merupakan kejadian pertama sejak kanal itu beroperasi 150 tahun lalu.





comments powered by Disqus