bisnis

Saudi Binladin Group bakal pecat 15 ribu karyawan

Tantangan terbesar bagi industri konstruksi di Arab Saudi dalam jangka panjang adalah penghematan besar-besaran dilakukan oleh pemerintah.

25 November 2015 11:28

Perusahaan konstruksi terbesar kedua sejagat Saudi Binladin Group berencana memecat 15 ribu dari total sekitar 200 ribu karyawan, menurut sejumlah sumber kepada kantor berita Reuters.

Kabar ini menandakan melemahnya perekonomian di Arab Saudi lantaran melorotnya harga minyak mentah global, kini di kisaran US$ 50 per barel. Gara-gara krisis harga minyak ini, IMF (Dana Moneter Internasional) memperkirakan anggaran Saudi tahun ini mengalami defisit US$ 107 miliar. Bahkan defisit itu diduga akan berlaku hingga 2020.

Sampai artikel ini dilansir, kantor Binladin Group di Ibu Kota Riyadh dan Jeddah atau di Kota Dubai (Uni Emirat Arab) tidak menjawab telepon atau membalas surat elektronik dikirim Arabian Business.

Seorang sumber mengungkapkan saat ini para pelaku industri konstruksi diliputi ketidakpastian. "Sangat sulit untuk merencanakan berfokus di mana karena perusahaan-perusahaan tidak yakin proyek mana bakal berjalan," katanya.

Sumber lain menambahkan sekitar 15 ribu pekerja di Binladin Group akan segera diberhentikan. Sebagian lagi akan dipindah untuk mengerjakan proyek bandar udara di Jeddah bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz September lalu memutuskan Binladin Group tidak akan mendapat kontrak baru dari pemerintah setelah jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram di Kota Makkah. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai 200-an lainnya. Perusahaan milik keluarga besar mendiang Usamah Bin Ladin, pendiri jaringan Al-Qaidah, ini dinilai keliru menempatkan derek itu.

Tantangan terbesar dalam jangka panjang bakal dihadapi Binladin Group dan perusahaan konstruksi lainnya adalah Raja Salman sudah memerintahkan melakukan penghematan besar-besaran.

Beberapa sumber mencontohkan rencana membangun stadion sepak bola di seantero negeri diundur, kontrak pembelian kereta cepat senilai US$ 201 juta dibatalkan, dan rencana perluasan sebuah ladang minyak berjalan lamban.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Binladin Group akan restrukturisasi utang sebesar Rp 287-430,5 triliun

Binladin Group telah berubah nama menjadi Binladin Group Global Holding setelah 36,22 persen sahamnya diambil alih oleh Istidama, anak usaha dari Kementerian Keuangan Arab Saudi.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.





comments powered by Disqus