bisnis

Putin jatuhkan sanksi ekonomi bagi Turki

Rusia melarang impor barang dari Turki dan dan perpanjangan kontrak bagi pekerja atau perusahaan Turki di negara Beruang Merah itu.

29 November 2015 18:56

Presiden Rusia Vladimir Putin kemarin meneken dekrit berisi sanksi ekonomi bagi Turki. Hukuman ini dijatuhkan empat hari setelah pesawat tempur Turki menembak jatuh satu Sukhoi milik Rusia.

Dekrit ini dilansir di situs resmi Kremlin beberapa jam setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan penyesalannya atas insiden itu. Dia bilang negaranya benar-benar sedih atas peristiwa itu dan berharap tidak pernah tidak terjadi.

Putin menuding penembakan atas Sukhoi itu sebagai tusukan dari belakang. Saking marahnya dia menolak menjawab telepon Erdogan dan juga tidak menanggapi permintaan bertemu di sela Konferensi Tingkat Tinggi Iklim akan berlangsung besok di Ibu Kota Paris, Prancis.

"Kami melihat Turki tidak siap meminta maaf atas kejadian itu," kata Yuri Ushakov, penasihat urusan luar negeri buat Putin, memberi alasan kenapa sang presiden menolak menerima telepon Erdogan.

Sanksi ini mencakup larangan impor barang dari Turki dan perpanjangan kontrak bagi pekerja atau perusahaan Turki di negara Beruang Merah itu. Namun tidak disebutkan barang apa saja tidak boleh diimpor dari Turki. Sebagian besar ekspor Turki ke Rusia berupa makanan, produk pertanian, dan tekstil.

Putin juga memerintahkan menghentikan seluruh penerbangan dari Rusia menuju Turki. Biro-biro perjalanan Rusia juga tidak boleh menjual paket wisata ke negara itu.

Mulai 1 Januari 2016, Rusia mencabut aturan bebas visa bagi warga Turki dan melarang mempekerjakan orang dari negara ini. Rusia juga bakal mengetatkan pemeriksaan di pelabuhan di laut Hitam dan Azov.

Penembakan itu terjadi Selasa lalu. Ankara mengklaim telah memberi peringatan sepuluh kali lantaran dua Sukhoi Rusia memasuki wilayah udara Turki tanpa izin. Namun Moskow membantah tuduhan itu. Pilot Sukhoi menyelamatkan diri dengan parasut pelontar ditembak mati pemberontak Turkmen di wiayah Suriah, sedangkan pilot pendamping berhasil diselamatkan.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus