bisnis

GCC sepakati pemberlakuan pajak pertambahan nilai tiga tahun lagi

Keenam negara Arab Teluk itu selama ini hanya sedikit memberlakukan pajak dan tidak mengenal pajak penghasilan.

07 Desember 2015 15:34

GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) beranggotakan enam negara di Teluk Persia - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, dan Oman - telah sepakat memberlakukan pajak pertambahan nilai (VAT) di kawasan itu dalam tiga tahun mendatang.

Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan delegasi kementerian keuangan GCC di Ibu Kota Abu Dhabi, UEA, beberapa hari lalu, menurut Wakil Menteri Keuangan UEA Yunis Haji al-Khouri kepada wartawan hari ini. "Kami sepakat untuk tidak menerapkan VAT atas layanan kesehatan, pendidikan, sektor sosial, dan 94 barang lainnya," kata Khouri.

Namun belum diketahui berapa persentase VAT bakal dikenakan. IMF (Dana Moneter Internasional) pernah menyarankan kepada UEA buat memberlakukan VAT lima persen.

Rencana penerapan VAT ini bakal menjadi perubahan ekonomi terbesar di kalangan negara anggota GCC. Keenam negara itu selama ini hanya sedikit memberlakukan pajak dan tidak mengenal pajak penghasilan.

Sejak harga minyak mentah global melorot tahun lalu, enam negara anggota GCC berupaya mencari sumber pendapatan lain. Pajak termasuk alternatif selain penghapusan subsidi buat mengurangi tekanan atas anggaran.

Lokasi pembajakan kapal di perairan Fujairah, Uni Emirat Arab, 4 Agustus 2021. (Googlemap)

Pembajakan kapal sedang terjadi di perairan UEA

Pekan lalu, sebuah kapal tanker dioperasikan oleh perusahaan milik konglomerat Israel diserang dan menewaskan dua krunya.

Kapal tanker dioperasikan oleh Zodiac Maritime, perusahaan milik taipan Israel bernama Eyal Ofer, diserang di Laut Arab pada 29 Juli 2021. (Maritime Traffic)

Serangan terhadap kapal tanker Israel tewaskan dua kru

Korban terbunuh adalah warga Inggris dan Rumania.

Kapal tanker Mercer Street berbendera Liberia dioperasikan oleh perusahaan asal Israel, Zodiac Maritime. (Fletmon)

Kapal tanker dioperasikan perusahaan Israel diserang di Laut Arab

Mercer Street berbendera Liberia milik perusahaan Jepang.

Dealer resmi mobil Changan produksi Cina di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Eye of Riyadh)

Makin banyak warga Saudi minati mobil Cina

Tahun lalu, Saudi menempati peringkat pertama dalam daftar sepuluh negara tujuan ekspor mobil Cina, yakni sebanyak 97.780 unit.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pembajakan kapal sedang terjadi di perairan UEA

Pekan lalu, sebuah kapal tanker dioperasikan oleh perusahaan milik konglomerat Israel diserang dan menewaskan dua krunya.

04 Agustus 2021

TERSOHOR