bisnis

Arab Saudi pekan depan jual obligasi senilai Rp 74 triliun

Total obligasi dirilis Arab Saudi tahun ini senilai Rp 430,3 triliun.

17 Desember 2015 02:37

Pemerintah Arab Saudi Senin lalu mengumumkan akan menjual obligasi senilai 20 miliar riyal atau kini setara Rp 74,8 triliun kepada bank-bank lokal, seperti dilansir situs keuangan Maal dengan mengutip sejumlah sumber.

Alhasil, tahun ini negara kabah itu sudah merilis obligasi seharga 115 miliar riyal (Rp 430,3 triliun) kepada bank-bank domestik. Arab Saudi mulai mengeluarkan surat berharga Juli lalu untuk pertama kali sejak 2007, untuk menutupi defisit anggaran akibat melemahnya harganya minyak mentah global.

IMF (Dana Moneter Internasional) memperkirakan Arab Saudi tahun ini mengalami defisit US$ 107 miliar (Rp 1.501 triliun) atau sekitar 21 persen dari total produk domestik bruto mereka. Defisit anggaran ini diprediksi berlanjut hingga 2020.

Hanya saja bunga obligasi kali ini lebih kecil ketimbang obligasi dilansir bulan lalu. Obligasi berjangka waktu lima tahun memiliki bunga 1,95 persen, 2,20 persen buat obligasi berjangka tujuh tahun, dan 2,85 persen untuk obligasi bermasa sepuluh tahun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Saudi Gazette)

Saudi belum berencana turunkan tarif VAT

Saudi menaikkan tarif VAT dari lima persen menjadi 15 persen sejak Mei tahun lalu.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR