bisnis

Mulai 1 Januari 2016, Saudi kenakan pajak bagi penumpang pesawat

Besaran pajak bakal ditinjau saban tiga tahun.

18 Desember 2015 05:28

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi telah memutuskan mulai 1 Januari 2016 semua penumpang penerbangan internasional, tiba dan akan meninggalkan bandar udara di negara itu, dikenakan biaya 87 riyal atau kini setara Rp 325 ribu.

Mengutip sejumlah sumber, surat kabar berbahasa Arab Al-Hayat melaporkan besaran pajak bagi penupang pesawat rute internasional ini bakal ditinjau saban tiga tahun. Pajak ini berlaku bagi seluruh maskapai dan siapa saja melanggar akan dikenai sanksi.

Namun tidak jelas apakah pajak 87 riyal ini untuk menggantikan atau sebagai tambahan atas biaya 50 riyal (Rp 187 ribu) sudah dikenakan terhadap penumpang rute internasional, datang atau ingin meninggalkan Arab Saudi.

Saat ini penumpang transit tidak dikenakan pajak kecuali mereka keluar pesawat untuk menggunakan fasilitas bandar udara.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF sarankan Arab Saudi naikkan VAT jadi 10 persen

IMF memperkirakan defisit anggaran Saudi tahun ini bakal meningkat menjadi 6,5 persen dari produk domestik bruto dari 5,9 persen tahun lalu.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Kadin Arab Saudi minta pajak atas ekspatriat dihapus

Saudi memberlakukan pajak atas tiap ekspatriat sebesar 300-400 riyal tahun ini, 500-600 riyal di 2019, dan 700-800 riyal pada 2020.





comments powered by Disqus