bisnis

Mulai 1 Januari 2016, Saudi kenakan pajak bagi penumpang pesawat

Besaran pajak bakal ditinjau saban tiga tahun.

17 Desember 2015 22:28

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi telah memutuskan mulai 1 Januari 2016 semua penumpang penerbangan internasional, tiba dan akan meninggalkan bandar udara di negara itu, dikenakan biaya 87 riyal atau kini setara Rp 325 ribu.

Mengutip sejumlah sumber, surat kabar berbahasa Arab Al-Hayat melaporkan besaran pajak bagi penupang pesawat rute internasional ini bakal ditinjau saban tiga tahun. Pajak ini berlaku bagi seluruh maskapai dan siapa saja melanggar akan dikenai sanksi.

Namun tidak jelas apakah pajak 87 riyal ini untuk menggantikan atau sebagai tambahan atas biaya 50 riyal (Rp 187 ribu) sudah dikenakan terhadap penumpang rute internasional, datang atau ingin meninggalkan Arab Saudi.

Saat ini penumpang transit tidak dikenakan pajak kecuali mereka keluar pesawat untuk menggunakan fasilitas bandar udara.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Izin industri di Arab Saudi akan berjangka waktu lima tahun

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan stabilitas dan keberlangsung sektor industri di negara Kabah itu.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Kadin Arab Saudi minta pajak atas ekspatriat dihapus

Saudi memberlakukan pajak atas tiap ekspatriat sebesar 300-400 riyal tahun ini, 500-600 riyal di 2019, dan 700-800 riyal pada 2020.





comments powered by Disqus