bisnis

Oman privatisasi tiga BUMN tahun depan

Oman tahun ini mengalami defisit Rp 96,8 triliun.

20 Desember 2015 06:34

Oman akan melakukan privatisasi terhadap tiga BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tahun depan, seperti dikatakan Menteri Keuangan Darwis al-Balusyi kepada kantor berita Reuters kemarin. Namun dia menolak memberi penjelasan rinci soal rencana kebijakan itu.

Negara-negara Arab Teluk diperkirakan akan menswastanisasi perusahaan-perusahaan berpelat merah untuk memperoleh devisa di tengah melorotnya harga minyak mentah global. Rendahnya harga emas hitam dunia ini berpengaruh besar terhadap pendapatan negara-negara pengekspor minyak itu.

Akibat menukiknya harga minyak, dalam enam bulan pertama tahun ini Oman mengalami defisit anggaran 2,68 miliar riyal Oman atau kini setara Rp 96,8 triliun. Padahal tahun lalu Oman mendapat surplus 205,7 juta riyal (Rp 7,4 triliun).

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

Oman tunda penerapan VAT hingga 2019

Oman diprediksi mengalami defisit tahun ini tiga miliar riyal.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain dan Oman paling rentan di era rendahnya harga minyak global

IMF pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.

Ilustrasi VAT (pajak pertambahan nilai. (Arabian Business)

Oman bisa raup US$ 1 miliar setahun dari VAT

Enam negara anggota GCC berencana berlakukan VAT mulai Januari 2018.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR