bisnis

Kuwait larang ekspatriat berumur di atas 50 tahun

Kebijakan baru ini mulai dilaksanakan 1 Maret 2016 dan berlaku bagi semua kewarganegaraan.

20 Desember 2015 10:05

Ekspatriat berumur di atas 50 tahun akan dipaksa meninggalkan negara Kuwait sesuai aturan baru dikeluarkan untuk mengurangi jumlah pekerja asing di negara Arab Teluk itu, seperti dilansir suarat kabar berbahasa Arab Al-Anba.

Pembatasan usia bakal berlaku bagi orang-orang bekerja di pemerintahan atau sektor-sektor bisa diisi warga negara Kuwait. Menurut seorang sumber dalam pemerintahan, kebijakan baru ini mulai dilaksanakan 1 Maret 2016 dan berlaku bagi semua kewarganegaraan.

Pemerintah Kuwait memang berupaya mengurangi ketergantungan atas pekerja asing, jumlahnya sekitar dua pertiga dari total penduduk negara itu. Namun kebijakan ini menghadapi kesulitan lantaran orang Kuwait segan bekerja di sektor swasta dan kerap tidak memiliki kualifikasi diperlukan.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Parlemen Kuwait sahkan undang-undang buat kurangi jumlah ekspatriat

Undang-undang pengurangan ekspatriat ini akan mengusir sekitar 800 ribu warga India, jumlahnya saat ini 1,45 juta atau 30 persen.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

75 ribu ekspatriat kehilangan izin tinggal di Kuwait

Kuwait hanya memperpanjang izin tinggal setahun saja bagi ekspatriat telah berumur di atas 60 tahun dan tidak memiliki gelar sarjana.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait akan berhentikan 50 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Perdana Menteri Kuwait Syekh Sabah al-Khalid as-Sabah Juni lalu mengajukan proposal untuk mengurangi jumlah ekspatriat dari 70 menjadi 30 persen.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Dalam tujuh tahun, Kuwait akan kurangi 1,5 juta ekspatriat

Pemerintah Kuwait berencana mengurangi jumlah warga asing menjadi 25 persen dari total penduduk di negara Arab Teluk itu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR