bisnis

Kuwait larang ekspatriat berumur di atas 50 tahun

Kebijakan baru ini mulai dilaksanakan 1 Maret 2016 dan berlaku bagi semua kewarganegaraan.

20 Desember 2015 17:05

Ekspatriat berumur di atas 50 tahun akan dipaksa meninggalkan negara Kuwait sesuai aturan baru dikeluarkan untuk mengurangi jumlah pekerja asing di negara Arab Teluk itu, seperti dilansir suarat kabar berbahasa Arab Al-Anba.

Pembatasan usia bakal berlaku bagi orang-orang bekerja di pemerintahan atau sektor-sektor bisa diisi warga negara Kuwait. Menurut seorang sumber dalam pemerintahan, kebijakan baru ini mulai dilaksanakan 1 Maret 2016 dan berlaku bagi semua kewarganegaraan.

Pemerintah Kuwait memang berupaya mengurangi ketergantungan atas pekerja asing, jumlahnya sekitar dua pertiga dari total penduduk negara itu. Namun kebijakan ini menghadapi kesulitan lantaran orang Kuwait segan bekerja di sektor swasta dan kerap tidak memiliki kualifikasi diperlukan.

Pengendara skuter menutup hidung saat melewati tumpukan sampah di Ibu Kota Beirut, Libanon, Kamis, 23 Juli 2015. (Muhammad Azakir, the Daily Star)

Krisis ekonomi paksa warga Libanon pakai sistem barter buat peroleh kebutuhan dasar

Kursi goyang bayi ditukar dengan susu formula, gaun pengantin dengan alat pengaduk adonan kue elektrik.

Jet pribadi Challenger 604 terbang dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mendarat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 22 Oktober 2019. (Flightradar24)

Mulai besok, tarif VAT di Arab Saudi naik jadi 15 persen

Arab Saudi bareng UEA pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Menteri energi Saudi sebut negaranya akan tetap jadi produsen minyak terbesar hingga 2050

Arab Saudi saat ini merupakan penghasil minyak dengan ongkos termurah sejagat, yakni US$ 3 per barel.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Dalam tujuh tahun, Kuwait akan kurangi 1,5 juta ekspatriat

Pemerintah Kuwait berencana mengurangi jumlah warga asing menjadi 25 persen dari total penduduk di negara Arab Teluk itu.





comments powered by Disqus