bisnis

Kuwait larang ekspatriat berumur di atas 50 tahun

Kebijakan baru ini mulai dilaksanakan 1 Maret 2016 dan berlaku bagi semua kewarganegaraan.

20 Desember 2015 17:05

Ekspatriat berumur di atas 50 tahun akan dipaksa meninggalkan negara Kuwait sesuai aturan baru dikeluarkan untuk mengurangi jumlah pekerja asing di negara Arab Teluk itu, seperti dilansir suarat kabar berbahasa Arab Al-Anba.

Pembatasan usia bakal berlaku bagi orang-orang bekerja di pemerintahan atau sektor-sektor bisa diisi warga negara Kuwait. Menurut seorang sumber dalam pemerintahan, kebijakan baru ini mulai dilaksanakan 1 Maret 2016 dan berlaku bagi semua kewarganegaraan.

Pemerintah Kuwait memang berupaya mengurangi ketergantungan atas pekerja asing, jumlahnya sekitar dua pertiga dari total penduduk negara itu. Namun kebijakan ini menghadapi kesulitan lantaran orang Kuwait segan bekerja di sektor swasta dan kerap tidak memiliki kualifikasi diperlukan.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan tawarkan setengah persen sahamnya kepada investor individual

Buat tahap awal, Aramco akan melepas dua persen sahamnya di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul).

Suasana di luar bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Saudi berlakukan pajak bandar udara mulai 1 Januari 2020

Pajak itu besarannya 21 riyal untuk penerbangan sekali jalan.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Dalam tujuh tahun, Kuwait akan kurangi 1,5 juta ekspatriat

Pemerintah Kuwait berencana mengurangi jumlah warga asing menjadi 25 persen dari total penduduk di negara Arab Teluk itu.





comments powered by Disqus