bisnis

Israel setuju ekspor gas alam cair ke Mesir

Volumenya 5 miliar meter kubik dalam tujuh tahun mendatang.

24 Desember 2015 22:48

Pemerintah israel telah memberi lampu hijau untuk mulai mengekspor gas alam cair ke Mesir, sebuah tanda bakal membaiknya hubungan kedua negara memanas lantaran pasokan energi.

Lewat pernyataan tertulis kemarin, Menteri Energi Israel Yuval Steinitz bilang Israel bakal mampu menjual 5 miliar meter kubik gas ke negara Nil itu dalam tujuh tahun mendatang, merupakan produksi dari ladang Tamar di lepas pantai Laut Tengah. "Setelah beberapa tahun tertunda dan mengalami perdebatan, kami mulai bergerak maju dan memposisikan Israel sebagai kekuatan gas alam cair regional," katanya.

Israel, telah lama menjadi pengimpor gas, berhasil menemukan sejumlah cadangan gas dalam jumlah besar, seperti ladang Tamar dan Leviathan. Mesir tadinya memasok gas ke Israel sesuai kesepakatan bermasa 20 tahun, namun mandek pada 2012 setelah berbulan-bulan jaringan pipa gas menghubungkan Mesir-Israel di Semenanjung Sinai diserang kelompok militan.

Pengadilan arbitrase internasional bulan ini memutuskan Mesir mesti membayar hampir US$ 2 miliar sebagai pengganti kerugian atas macetnya pasokan gas itu. Putusan inilah memicu ketegangan antara kedua negara.

Kairo mengatakan akan mengajukan banding dan membekukan pembahasan soal rencana mengimpor gas dari Israel. Tidak jelas apakah keputusan Israel buat menjual gas itu menandakan kedua negara telah menyelesaikan sengketa di antara mereka.

Awal tahun ini kontraktor ladang gas Tamar telah meneken perjanjian berjangka waktu tujuh tahun dengan Dolphinus Holdings - perusahaan mewakili konsumen non-pemerintah, industri, dan komersial - untuk membeli sedikitnya gas alam cair senilai paling tidak US$ 1,2 miliar. Menurut perjanjian itu, dalam tiga tahun pertama Israel harus mengekspor paling tidak 5 miliar meter kubik gas.

Tamar, diperkirakan memiliki cadangan 280 miliar meter kubik gas, dimiliki oleh Noble Energy, perusahaan berkantor pusat di Texas, Amerika Serikat, barengDerek Drilling dan Avner Oil Exploration, dua anak perusahaan dari Delek Group.

Mereka menjelaskan kesepakatan untuk menjual gas ke Mesir itu masih terganjal sejumlah aturan dan menunggu persetujuan lainnya.

Ketiga perusahaan ini juga mengelola ladang gas Leviathan, dengan jumlah cadangan gas lebih besar ketimbang Tamar.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi bulan ini akan gelontorkan bantuan uang tunai sebesar Rp 7,2 triliun bagi 10,4 juta warganya

Rata-rata tiap keluarga memperoleh Rp 4 juta saban bulan. Program ini dimulai sejak Desember 2017 setelah Saudi melakukan liberalisasi ekonomi.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Sudan naikkan harga bensin dan solar setelah hapus subsidi

Sudan masih memberlakukan subsidi terhadap gas untuk memasak, minyak tanah, tepung gandum, dan obat-obatan.

Kantor pusat Quadream berada di lantai 19 dari gedung berlokasi di Ramat Gan, Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Rakoon/Haaretz)

Bin Salman berlangganan dua aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel

Aplikasi Reign bikinan perusahaan Quadream ini juga sudah dipakai oleh sebuah lembaga resmi di Indonesia.





comments powered by Disqus