bisnis

Abu Dhabi anggarkan 64 triliun buat proyek pemerintah di 2016

Anggaran itu termasuk Rp 21,9 triliun buat perumahan, Rp 15,9 triliun untuk infrastruktur, dan Rp 6,7 triliun bagi pendidikan.

25 Desember 2015 18:02

Dewan Eksekutif Abu Dhabi telah menyetujui alokasi anggaran 17,5 miliar dirham atau kini setara Rp 64,9 triliun untuk membiayai proyek-proyek pemerintah tahun depan.

Kantor berita WAM melaporkan anggaran itu termasuk 5,9 miliar dirham (Rp 21,9 triliun) buat perumahan, 4,3 miliar dirham (Rp 15,9 triliun) untuk infrastruktur, 1,8 miliar dirham (Rp 6,7 triliun) bagi pendidikan, 614 juta dirham (Rp 2,3 triliun) untuk fasilitas pemerintah, dan 644 juta dirham (Rp 2,4 triliun) buat fasilitas sosial.

"Keputusan ini untuk menyokong upaya Abu Dhabi melaksanakan rencana menyeluruh buat memajukan sistem kerja di semua sektor pemerintahan dalam Emirat (Abu Dhabi)," kata Dewan Eksekutif Abu Dhabi lewat pernyataan tertulis. Anggaran Rp 64,9 triliun itu juga bagian untuk mewujudkan visi Abu Dhabi 2030.

Dewan Eksekutif diketuai Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan juga menyepakati anggaran untuk proyek Permukiman Emirati, berlokasi di Madinat Zayid.

Proyek di Madinat Zayid ini terdiri dari tiga kontrak, termasuk pembangunan infrastruktur, jalan, dan jaringan kereta, sebagai tambahan atas pembangunan 2.755 rumah, 37 masjid, 47 taman, dan 13 sekolah untuk semua tingkatan. Proyek pembangunan permukiman bagi 370 ribu warga Abu Dhabi di atas lahan seluas 4.500 hektare itu senilai 2,36 miliar dirham (Rp 8,7 triliun).

Dewan Eksekutif Abu Dhabi juga mengesahkan pembangunan jalan dua jalur menghubungkan Madinat Zayid dan Kota Al-Marfa. Proyek ini menelan dana 664 juta dirham (Rp 2,5 triliun).

Dewan Eksekutif juga meninjau pelaksanaan proyek perumahan nasional di Jabal Hafit di Al-Ain, meliputi tiga ribu rumah, delapan masjid, dan fasilitas sosial lainnya.

Ladang minyak dan gas di Uni Emirat Arab. (energydubai.com)

UEA temukan cadangan gas terbesar keempat di dunia

UEA merupakan pemasok gas terbesar ketujuh di dunia dan menghasilkan sekitar empat persen dari total produksi minyak global.

Pesawat Emirates Airline dan Etihad Airways, dua maskapai asal Uni Emirat Arab. (Gulf News)

UEA hentikan semua rute penerbangan Cina kecuali Beijing

UEA lebih dulu menghentikan rute penerbangan menuju dan dari Wuhan sejak 23 Januari lalu.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA temukan cadangan gas terbesar keempat di dunia

UEA merupakan pemasok gas terbesar ketujuh di dunia dan menghasilkan sekitar empat persen dari total produksi minyak global.

10 Februari 2020

TERSOHOR