bisnis

OPEC sebut perlu 24 tahun buat harga minyak kembali ke US$ 95

Hingga 2040, OPEC memprediksi permintaan minyak dunia akan mendekati 110 juta barel sehari, turun sekitar satu juta barel ketimbang perkiraan dibikin tahun lalu.

28 Desember 2015 10:54

Dalam laporan tahunannya bertajuk World Oil Outlook, OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) memprediksi harga emas hitam ini baru akan mencapai US$ 70 per barel paling lambat 2020 dan US$ 95 di 2040.

Perkiraan harga minyak ini masih di bawah harga puncak US$ 114 tiap barel Juni tahun lalu, dan mulai melorot karena kelebihan persediaan. Hingga Rabu pekan lalu harga minyak mentah Brent US$ 36,51 saban barel.

Penurunan harga minyak ini dipicu oleh keputusan OPEC tahun lalu untuk tidak mengurangi produksi. Meski begitu, Sekretaris Jenderal OPEC Abdallah Salim al-Badri menegaskan organisasi ini masih menjadi benteng pertahanan atas kestabilan harga minyak global.

"Perbandingan antara pasokan dan permintaan pada 2015 menjadi salah satu faktor ketersediaan berlebihan, dengan level stok meningkat di atas rata-rata lima tahun," kata Badri dalam kata pengantar di laporan World Oil Outlook itu. "Walau terjadi ketidakstabilan pasar, OPEC terus menjadi pemasok minyak efisien, bisa diandalkan, dan ekonomis."

Meski kelebihan pasokan, permintaan atas minyak kuat tapi tidak cukup kuat. OPEC - organisasi beranggotakan 12 negara dan dipimpin Arab Saudi - memperkirakan permintaan akan naik menjadi 97,4 juta barel per hari paling lambat 2020, meningkat 500 ribu barel dibanding prediksi dibuat OPEC tahun lalu.

Hingga 2040, OPEC memprediksi permintaan minyak dunia akan mendekati 110 juta barel sehari, turun sekitar satu juta barel ketimbang perkiraan dibikin tahun lalu.

Keputusan OPEC untuk tidak menurunkan produksi dipandang sebagai cara menguasai pasar dalam menghadapi para pesaing mereka, seperti produsen minyak di Amerika Serikat dan Kanada. Strategi ini berhasil. Banyak negara produsen minyak bukan anggota OPEC ingin menaikkan harga minyak, berjuang keras buat mencapai titik impas.

Akibatnya, banyak pesaing OPEC mengurangi alat pengeboran dan membatalkan sejumlah proyek pengeboran. Sedangkan OPEC terus memompa produksi minyak mereka hingga mencapai rekor, kerap melewati batas atas 30 juta barel saban hari.

OPEC sudah lama memperkirakan para produsen minyak di luar OPEC ingin meningkatkan produksi mereka tahun depan, ketika permintaan global naik. Badri bilang ketika pasokan dari produsen non-OPEC terhuyung-huyung, produksi OPEC bisa memenuhi permintaan. Pasokan minyak dari produsen non-OPEC akan naik menjadi 61,2 juta barel sehari pada 2020. Sedangkan permintaan akan minyak OPEC bakal mencapai 30,7 juta barel per hari, naik 1,7 juta barel dibanding prediksi tahun lalu.

Saat para pesaingnya mengurangi proyek pengeboran dan investasi, OPEC sebaliknya menegaskan penting buat melakukan investasi diperlukan di masa depan.

OPEC mengisyaratkan siap berinvestasi untuk meningkatkan kapasitas produksi. "Komitmen OPEC untuk mengamankan pasokan perlu sejalan dengan mengamankan permintaan," ujar Badri.

OPEC siap merebut pasar dari pesaing mereka di mana permintaan atas minyak produksi organisasi ini selama 2015-2040 hampir sepuluh juta barel sehari. Sedangkan suplai dari produsen non-OPEC hanya tiga juta barel tiap hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi akan kurangi lagi produksi minyaknya satu juta barel mulai bulan depan

Mulai bulan depan, produksi minyak Saudi menjadi 7,492 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas produksi lebih dari 12 juta barel saban hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Sepuluh negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia

OPEC memproduksi 41 persen dari total produksi minyak dunia. Pada 2018, 13 negara anggota OPEC mengekspor 25 juta barel minyak sehari atau 54 persen dari total ekspor minyak dunia sebesar 46 juta barel per hari.

Kilang milik Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia kepunyaan Arab Saudi. (saudiaramco.com)

OPEC dan non-OPEC sepakat kurangi produksi minyak 10 juta barel sehari pada Mei dan Juni

Arab Saudi tadinya berencana memproduksi 12,6 juta barel minyak per hari mulai 1 April.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.





comments powered by Disqus