bisnis

Arab Saudi proyeksikan belanja Rp 3.055 triliun dalam anggaran 2016

Negara Kabah itu tahun ini mengalami defisit Rp 1.335 triliun.

28 Desember 2015 15:17

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz hari ini mengumumkan anggaran 2016 sebesar 840 miliar riyal atau kini setara Rp 3.055,8 triliun. Negara Kabah ini berusaha mengurangi defisit tahun depan dan berupaya menambah devisa di luar minyak.

Dalam rapat kabinet, Raja Salman bilang penetapan anggaran untuk tahun depan itu berdasarkan pondasi-pondasi solid dengan beragam sumber pendapatan. "Perekonomian kita memiliki segala hal diperlukan untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini," katanya. "Prioritas tahun depan adalah menyelesaikan proyek-proyek telah dianggarkan sebelumnya."

Proyeksi anggaran 2016 ini turun dibanding pengeluaran tahun ini sebesar 975 miliar riyal (Rp 3.546,9 triliun). Rencana belanja dalam anggaran tahun ini sejatinya 860 miliar riyal (Rp 3.128,5 triliun).

Dewan Ekonomi dan Pembangunan Arab Saudi menjelaskan anggaran 2016 juga berencana mengurangi defisit menjadi 326 miliar riyal (Rp 1.185,9 triliun), lebih rendah ketimbang defisit dialami tahun ini, yakni 367 miliar riyal (Rp 1.335 triliun).

Pendapatan untuk tahun depan diprediksi 514 miliar riyal (Rp 1.869,8 triliun), turun dibanding pemasukan tahun ini, yaitu 608 miliar riyal (Rp 2.211,8 triliun). Dalam anggaran tahun ini, proyeksi pendapatan senilai 715 miliar riyal (Rp 2.601 triliun).

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Saudi Gazette)

Saudi belum berencana turunkan tarif VAT

Saudi menaikkan tarif VAT dari lima persen menjadi 15 persen sejak Mei tahun lalu.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR