bisnis

Tarif listrik dan air di Arab Saudi naik mulai 11 Januari 2016

"Kebijakan ini untuk mencapai efisiensi penggunaan energi, memelihara cadangan, menghentikan pemakaian berlebihan dan tidak rasional."

29 Desember 2015 09:15

Kabinet Arab Saudi kemarin menyetujui kenaikan tarif listrik dan air. Harga baru atas dua layanan ini mulai berlaku 11 Januari 2016.

Dalam siaran persnya, Kementerian Keuangan Arab Saudi menjelaskan harga atas bahan bakar kendaraan bermotor, air, dan listrik bakal naik secara bertahap dalam lima tahun ke depan.

"Kebijakan ini untuk mencapai efisiensi penggunaan energi, memelihara cadangan, menghentikan pemakaian berlebihan dan tidak rasional," kata Kementerian Keuangan. "Serta untuk mengurangi dampak negatif terhadap warga negara kelas menengah ke bawah dan buat menjadikan sektor bisnis lebih adil bersaing."

Kementerian Keuangan Arab Saudi menambahkan pemerintah juga akan menaikkan biaya layanan dan denda, serta akan memberlakukan pajak pertambahan nilai.

Pajak atas barang-barang tidak sehat, seperti rokok, minuman ringan, dan semacamnya akan dinaikkan pula.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Harga sahamnya terus meroket, valuasi Aramco sempat tembus US$ 2 triliun

Aramco menjanjikan pembagian dividen untuk para investor paling sedikit US$ 75 miliar per tahun hingga 2024.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Arab Saudi salurkan bantuan uang tunai bagi warga miskin mulai hari ini

Penyaluran bantuan tahap pertama ini ditujukan bagi 82 persen dari total penerima. Untuk tahap kedua bakal dimulai pada 10 Januari 2018.





comments powered by Disqus