bisnis

Abu Dhabi naikkan tarif air dan listrik bagi ekspatriat

Dengan pemakaian listrik sebulan dua kali lipat dibanding pekerja asing, warga UEA cuma membayar setengahnya.

29 Desember 2015 21:20

Abu Dhabi telah menaikkan tarif air dan listrik bagi kaum ekspatriat, salah satu cara menghemat pengeluaran di tengah melorotnya harga minyak mentah global.

The Abu Dhabi Distribution Company (ADDC), otoritas masalah air dan listrik di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), menjelaskan tarif air buat pekerja asing meningkat menjadi 5,95 dirham atau kini setara Rp 22.251 per meter kubik, dibanding harga untuk warga UEA hanya 1,7 dirham (Rp 6.357).

Tarif listrik bagi ekspatriat naik menjadi 21 sen dirham (Rp 785) per kilowatt tiap jam, sedangkan warga UEA dikenai harga 5 sen dirham (Rp 187).

ADDC menetapkan tarif rumah tangga 892 dirham (Rp 3.333.507) saban bulan untuk jatah 150 meter kubik air bagi pekerja asing. Sedangkan rumah tangga warga UEA dengan jatah serupa mesti membayar 357 dirham (Rp 1.334.150) per bulan.

Untuk pemakaian listrik rata-rata hingga enam ribu kilowatt per jam tiap bulan, kaum ekspatriat dikenai tarif 1.260 dirham (Rp 4.708.766). Dengan konsumsi dua kali lipat sebulan, warga UEA cuma membayar 600 dirham (Rp 2.242.270).

Terdapat sekitar 1,2 juta pekerja asing di Abu Dhabi atau 75 persen dari total penduduk kota itu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR