bisnis

Arab Saudi berencana jual saham Saudi Aramco

Keputusan soal rencana ini akan dibikin dalam beberapa bulan mendatang.

08 Januari 2016 00:18

Arab Saudi tengah memikirkan rencana melepas saham Saudi Aramco, perusahaan negara merupakan produsen minyak terbesar di dunia dan tentu saja perusahaan paling mahal sejagat.

Dalam wawancara khusus dengan majalah the Economist Senin lalu, Wakil Putera Mahkota sekaligus Ketua Dewan Kebijakan Ekonomi dan Pembangunan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bilang keputusan soal rencana menjual saham Saudi Aramc itu akan dibuat dalam beberapa bulan mendatang. "Secara pribadi saya benar-benar antusias mengenai langkah ini," katanya. "Saya yakin penjualan saham ini sesuai kepentingan pasar Saudi, sejalan dengan kepentingan Aramco."

Rencana penjualan saham perdana (IPO) Saudi Aramco ini muncul di tengah melorotnya harga minyak mentah global, di bawah US$ 35 per barel, dan meletupnya ketegangan Arab Saudi dan Iran setelah pelaksanaan hukuman mati atas ulama Syiah Syekh Nimr Baqir an-Nimr. Gagasan melego saham Saudi Aramco ini merupakan salah satu rencana ambisius untuk menyeimbangkan anggaran negara sedang defisit dan membuka lebar-lebar perekonomian negara Kabah itu selama ini tertutup.

Pangeran Muhammad bin Salman telah menggelar dua pertemuan tingkat tinggi buat membahas rencana penjualan saham Saudi Aramco ini. Para pejabat Arab Saudi mengungkapkan berdasarkan pertimbangan awal yang bakal didaftarkan di bursa adalah sejumlah perusahaan petrokimia dan anak perusahaan Saudi Aramco lainnya, termasuk yang bergerak di sektor produksi minyak mentah merupakan bisnis utama Saudi Aramco.

Para pejabat itu menjelaskan Saudi Aramco bernilai triliunan dolar, namun ia salah satu perusahaan minyak paling tertutup di dunia. Tidak ada informasi soal pendapatan dan hanya sedikit memberitahu tentang cadangan minyaknya.

Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan penjualan saham itu bakal membikin Saudi Aramco lebih transparan. Sejumlah diplomat asing membenarkan para investor sudah mendengar rencana IPO Saudi Aramco itu. Awalnya menjual sebagian saham dari perusahaan ini di Riyadh, mungkin lima persen. Tapi nanti bisa saja naik meski negara tetap akan menguasai saham mayoritas.

Industri hulu dari bisnis Saudi Aramco akan paling menarik bagi para pemilik modal. Dengan cadangan 261 miliar barel, Saudi Aramco bilang cadangan minyak mereka sepuluh kali lebih besar dibanding kepunyaan ExxonMobil, perusahaan minyak swasta terbesar sejagat. Saudi Aramco juga salah satu produsen minyak berbiaya paing murah di dunia karena begiu mudahnya memompa minyak di Arab Saudi.

Saudi Aramco. (Saudi Gazette)

Aramco raup laba bersih Rp 367 triliun di kuartal kedua

Kalau dilihat dari semester pertama tahun ini, laba bersih Aramco meningkat 103 persen dibanding periode serupa tahun tahun lalu, yakni Rp 679,6 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.





comments powered by Disqus