bisnis

Saudi Aramco benarkan rencana jual saham perdana

Jika rencana IPO itu jadi dilaksanakan, Saudi Aramco bakal menjadi perusahaan pertama bernilai US$ 1 triliun atau lebih terdaftar di bursa.

09 Januari 2016 04:31

Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia milik pemerintah Arab Saudi, kemarin membenarkan tengah mempelajari beragam pilihan untuk menjual sahamnya di bursa.

"Pilihan itu termasuk soal berapa persen saham mesti dilepas dan atau anak perusahaan mana saja bakal melantai di bursa," kata Saudi Aramco lewat pernyataan tertulis.

Dalam wawancara khusus dengan majalah the Economist dilansir Kamis lalu, Wakil Putera Mahkota sekaligus Ketua Dewan Kebijakan Ekonomi dan Pembangunan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bilang pemerintah memang berencana melepas saham Saudi Aramco sebagai bagian dari program privatisasi buat meraup pendapatan di tengah melorotnya harga minyak mentah global.

Saudi Aramco menguasai cadangan minyak sebesar 265 miliar barel, lebih dari 15 persen dari total cadangan emas hitam dunia. Para pengamat memperkirakan jika rencana IPO (penjualan saham perdana) itu jadi dilaksanakan, Saudi Aramco bakal menjadi perusahaan pertama bernilai US$ 1 triliun atau lebih terdaftar di bursa.

Saudi Aramco menjelaskan jika studi atas pilihan-pilihan untuk penjualan saham itu selesai, hasilnya bakal disampaikan ke direksi perusahaan nantinya memberikan rekomendasi kepada Dewan Tertinggi Saudi Aramco.

Saudi Aramco menegaskan mereka mendukung reformasi ekonomi dilakukan pemerintah Arab Saudi, termasuk privatisasi di pelbagai sektor. Pihak Aramco menambahkan proses privatisasi ini akan memperkuat fokus pada tujuan jangka panjang perusahaan, yakni menjadi perusahaan energi dan kimia terbesar sejagat.

Pangeran Muhammad bin Salman tidak menyebut berapa jumlah saham Saudi Aramco bakal dilepas. Produksi Saudi Aramco selama ini lebih dari 10 juta barel minyak sehari, tiga kali lebih banyak dibanding produksi ExxonMobil.

Saudi Aramco. (Saudi Gazette)

Aramco raup laba bersih Rp 367 triliun di kuartal kedua

Kalau dilihat dari semester pertama tahun ini, laba bersih Aramco meningkat 103 persen dibanding periode serupa tahun tahun lalu, yakni Rp 679,6 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.





comments powered by Disqus