bisnis

Arab Saudi naikkan tarif air dan listrik mulai hari ini

Detail tarif baru itu belum diumumkan.

11 Januari 2016 08:29

Kementerian Air dan Listrik Arab Saudi mulai hari ini menerapkan tarif baru atas layanan air dan listrik. Namun berapa kenaikan itu belum ada penjelasan.

Pengumuman kenaikan tarif dua layanan itu diumumkan Menteri Air dan Listrik Abdullah al-Husayin dua pekan lalu, bersamaan dengan keputusan kabinet menaikkan harga bensin.

Sejumlah sumber mengungkapkan tagihan akan dikeluarkan saban bulan, bukan tiga bulan seperti sebelumnya. Hal ini buat mengurangi beban pelanggan.

Bagi pelanggan mengonsumsi air kurang dari 30 meter kubik sebulan cuma mesti membayar 24 riyal atau kini setara Rp 89 ribu.

Defisit anggaran lantaran melorotnya harga minyak mentah global memaksa Arab Saudi mencabut subsidi atas beragam layanan publik.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 698 triliun pada 2020

IMF pernah memprediksi Saudi bebas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.





comments powered by Disqus