bisnis

Bos Saudi Aramco sebut rencana IPO dipertimbangkan serius

Khalid al-Falih bilang rencana itu termasuk penjualan saham perusahaan induk.

12 Januari 2016 08:13

Chairman Saudi Aramco Khalid al-Falih membenarkan rencana penjualan perdana saham (IPO) perusahaan minyak dan gas terbesar sejagat itu sedangdipertimbangkan serius.

Namun dia tidak bisa memastikan kapan pelepasan saham Aramco itu bakal dilaksanakan karena studi atas gagasan ini masih berlangsung. "Kami mempertimbangkan rencana penjualan saham sebagai prioritas utama," kata Falih kepada the Wall Street Journal kemarin. "Jadi penjualan saham perusahaan induk dan tentu saja akan mencakup sektor hulu."

Wakil Putera Mahkota sekaligus Ketua Dewan Kebijakan Ekonomi dan Pembangunan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menyampaikan ide itu dalam wawancara khusus dengan majalah the Economist dilansir Kamis pekan lalu. Rencana penjualan saham perusahaan berpelat merah ini merupakan bagian dari program privatisasi buat menggenjot pendapatan negara di tengah melorotnya harga minyak mentah global.

Falih menambahkan Aramco juga berencana menjual saham perusahaan kilang dan petrokimianya. Karena banyak merupakan perusahaan patungan dengan asing, kata dia, maka harus dibahas dulu dengan mereka. Semua ini perlu waktu," ujarnya.

Dia bilang penjualan saham Aramco diutamakan dilakukan di bursa saham Arab Saudi, tapi dia tidak menutup kemungkinan hal ini bisa berlaku di bursa internasional.

Sejumlah sumber Ahad lalu mengatakan kepada kantor berita Reuters, Arab Saudi tengah mempertimbangkan menjual saham Saudi Aramco di perusahaan kilang patungan dengan asing, namun tidak bakal menjual saham di perusahaan induk.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco secara resmi umumkan rencana IPO bulan depan

Sejumlah sumber memperkirakan pengumuman itu keluar pada 20 Oktober.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.





comments powered by Disqus