bisnis

Menteri perminyakan Mesir akui subsidi bensin rugikan negara

Pemerintah menanggung 42 persen dari harga jual bensin beroktan 92.

12 Januari 2016 09:01

Menteri Perminyakan Mesir Tarik al-Mulla mengakui negaranya menderita karena subsidi bahan bakar. Dia bilang dana subsidi ini lebih baik dialihkan buat layanan kesehatan dan pendidikan.

Berbicara dalam sebuah konferensi berlangsung kemarin di Ibu Kota Kairo, Mesir, Mulla mengungkapkan negara menaggung 42 persen dari harga jual bensin beroktan 92, dipakai untuk kendaraan pribadi milik rakyat mampu negeri Nil itu.

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi tahun lalu memotong subsidi bahan bakar kendaraan bermotor. Langkah ini diprotes rakyat namun disambut baik para ahli ekonomi. Mereka menyebut kebijakan itu sebuah langkah penting untuk menghemat dana negara bisa dipakai untuk membiayai proyek-proyek pembangunan sangat diperlukan.

Mulla menolak memberitahu kapan pemerintah berencana memotong subsidi lagi. Dia menambahkan kalau diumumkan sekarang rakyat akan menimbun bahan bakar untuk dijual saat harganya naik.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus