bisnis

Renault-Nissan siap ekspansi ke Iran

Rasio kepemilikan mobil di negeri Persia itu hanya 100 per seribu penduduk atau enam kali lebih sedikit ketimbang Eropa.

14 Januari 2016 02:38

Aliansi dua produsen mobil Renault-Nissan mengaku siap memperluas pasar ke Iran jika sanksi ekonomi terhadap negara Mullah itu telah dicabut.

Namun, menurut Presiden Direktur Renault-Nissan Carlos Ghosn, pelaksanaan dari rencana itu akan dilakukan dengan sangat hati-hati. "Iran adalah pasar sangat menjanjikan," katanya kepada wartawan Senin lalu saat menghadiri pameran otomotif di Kota Detroit, Amerika Serikat. "Sekarang ada sekitar sejuta mobil (di Iran), terdapat potensi untuk mencapai 1,5 atau dua juta."

Rasio kepemilikan mobil di negeri Persia itu hanya 100 per seribu penduduk atau enam kali lebih sedikit ketimbang Eropa. Konsumen memang memiliki akses terbatas buat memperoleh mobil baru sejak negara itu dikenai sanksi ekonomi oleh Eropa dan Amerika Serikat. Alhasil, beberapa produsen terpaksa menutup pabrik mereka di Iran.

Kesepakatan soal program nuklir Iran dicapai Juli tahun lalu membuka jalan untuk dicabutnya sanksi. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry pekan lalu bilang implementasi atas perjanjian ini tinggal menghitung hari.

"Kami siap untuk memperluas pasar ke Iran tapi kami ingin melakukan dengan cara bisa menjamin tahan lama," ujar Ghosn. "Waktunya perlu pas secara politik dan benar-benar bersih dari segi hukum."

Seorang pejabat Pars Khodro Juli tahun lalu menjelaskan kepada the Wall Street Journal, Renault sedang merundingkan pembelian saham minoritas di produsen mobil milik negara Iran itu. Dia menambahkan Renault juga sedang dalam pembicaraan untuk membeli beragam fasilitas, seperti pabrik mobil, milik Saipa, induk perusahaan dari Pars Khodro.

Menteri Energi Israel Karin Elharrar, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) Mariam al-Muhairi, dan Menteri Air Yordania Muhammad an-Najjar pada 22 November 2021 di Dubai, UEA, menandatangani kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Yordania. (Courtesy)

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

Pusat riset dan pengembangan produk Apple di Kota Herzliya, wilayah tengah Israel. (Courtesy)

Apple gugat produsen aplikasi sadap asal Israel

Apple meminta uang kompensasi US$ 10 juta kepada NSO Group.

Bursa Saham Arab Saudi atau Tadawul, berlokasi di Ibu Kota Riyadh. (Saudi Gazette)

Saudi Tadawul Group akan jual 30 persen sahamnya dalam IPO

Saudi Tadawul Group telah menetapkan harga per lembar sahamnya 95-105 riyal.

Proyek Oxagon, kota terapung bersegi delapan ingin dibangun Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Twitter/Screengrab)

Saudi berencana bangun kota terapung bersegi delapan

"Kenapa akhirnya saya memilih menjadi dosen ketimbang menghabiskan hari-hari saya untuk merancang kota-kota fantasi bagi putera mahkta Saudi," ujar pakar Timur Tengah Christian Henderson.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR