bisnis

Qatar naikkan harga bensin sejak kemarin

Tinggal Kuwait, negara Arab Teluk, belum menaikkan harga bahan bakar kendaraan bermotor.

16 Januari 2016 11:23

Qatar akhirnya ikut menaikkan harga bensin, seperti dilansir kantor berita resmi Qatar News Agency. Negara terkaya di dunia, menurut hasil penelitian IMF (Dana Moneter Internasional) dan majalah the Global Finance, ini kemarin menaikkan harga bensin lantaran terancam defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global.

Pemerintah Qatar bulan lalu mengungkapkan negara ini diperkirakan mengalami defisit 46,5 miliar riyal atau kini setara Rp 178,7 triliun, pertama dalam 15 tahun terakhir. Seperti negara Arab Teluk lainnya, Qatar memang akan memotong subsidi atas sejumlah layanan publik.

Kenaikan ini mendadak dan pengumumannya disampaikan oleh Woqod, perusahaan minyak dan gas milik pemerintah, Kamis malam lalu. Woqod kemudian mengirim memo ke manajer seluruh pompa bensin di seantero Qatar.

Harga bensin super oktan 97 naik menjadi 1,30 riyal (Rp 5 ribu) seliter dari 1 riyal (Rp 3.800). Sedangkan jenis premium naik menjadi 1,15 riyal (Rp 4.400) per liter. Meski begitu, harga baru bensin di Qatar masih termasuk termurah sejagat.

Qatar News Agency tidak menyebut berapa anggaran negara bakal dihemat lantaran pemotongan subsidi itu.

Uni Emirat Arab sudah menaikkan harga bahan bakar kendaraan bermotor Agutus tahun lalu. Arab Saudi menyusul bulan lalu, Bahrain dan Oman pekan ini. Kuwait diperkirakan mengambil langkah serupa dalam beberapa bulan mendatang.

Fathir (kanan) dan Raja berpose di depan lambang Qatar dalam acara National Day of Qatar di Hotel Raffles, Jakarta, 18 Desember 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar diprediksi defisit lebih dari US$ 7 miliar pada 2018

Setelah 15 tahun mengalami surplus, Qatar untuk pertama kali mendapat defisit tahun lalu senilai US$ 12 miliar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar berencana terbitkan obligasi internasional senilai US$ 9 miliar

Abu Dhabi pekan lalu menjual obligasi senilai US$ 10 miliar, tidak lama setelah Arab Saudi meraup US$ 12,5 miliar dari penerbitan obligasi internasional ketiganya.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Defisit Qatar tahun ini diprediksi US$ 7,8 miliar

Pemerintah akan menyetujui kontrak baru senilai US$ 13 miliar tahun ini, berfokus pada proyek-proyek insfrastruktur, transportasi, dan yang berkaitan dengan persiapan Piala Dunia 2020.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Travel Magma)

Qatar proyeksikan tahun depan defisit US$ 7,8 miliar

Negara penghasil gas terbesar sejagat itu tahun ini memproyeksikan defisit US$ 12,8 miliar, yang pertama dalam 15 tahun terakhir.





comments powered by Disqus