bisnis

Seperlima dari total menara supertinggi di dunia ada di Dubai

Sebanyak 50 menara superjangkung pertama di dunia selesai dibangun dalam 80 tahun, yakni selama 1930-2010. Jumlahnya menjadi seratus hanya dalam lima tahun.

17 Januari 2016 22:26

Dubai memiliki hampir seperlima dari total menara superjangkung, berketinggian 300 meter atau lebih, tegak di dunia.

Dalam laporannya, the Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) menyebutkan 18 dari seratus menara supertinggi di dunia saat ini terdapat di Dubai, Uni Emirat Arab. Dubai akan ketambahan empat lagi.

Sebagian besar dari seratus menara superjangkung itu berlokasi di Asia dan Timur Tengah. New York bakal tetap menjadi pusat berdirinya bangunan supertinggi di Benua Amerika.

Bangunan supertinggi keseratus muncul setelah pembangunan menara di 432 Park Avenue di New York, Amerika Serikat, selesai akhir bulan lalu.

Dengan selesainya proyek itu, New York kini memiliki tujuh menara superjangkung atau terbanyak kedua di dunia. "Dubai masih mendominasi dengan 18 menara supertinggi," kata CTBUH dalam laporannya.

CTBUH menambahkan pembangunan menara-menara supertinggi tumbuh cepat dalam beberapa tahun belakangan. Sebanyak 50 menara superjangkung pertama di dunia selesai dibangun dalam 80 tahun, yakni selama 1930-2010. Jumlahnya menjadi seratus hanya dalam lima tahun.

Empat bangunan supertinggi bakal berdiri di Dubai dalam beberapa tahun mendatang adalah RP Global akan membangun RP One di Business Bay, Meydan Group mulai mengerjakan proyek Menara Intisar memiliki lebih dari seratus lantai di Jalan Syekh Zayid, Dubai One setinggi 711 meter di Meydan One, dan the Dubai Multi Commodities Centre (DMCC) berencana membangun menara Burj 2020 setinggi 700 meter.

CTBUH mengklaim jumlah menara superjangkung akan lebih dari seratus dalam lima atau enam tahun ke depan. Termasuk Kingdom Tower di Arab Saudi, setinggi satu kilometer dan bakal mengalahkan Burj Khalifah di Dubai sebagai bangunan tertinggi sejagat.

Dengan makin banyaknya bangunan supertinggi, megatinggi (600 meter atau lebih) bakal menjadi standar penyebutan baru bagi bangunan-bangunan pencakar langit di dunia.

Muhammad Alabbar, konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf News)

Konglomerat UEA menyumbang bagi ribuan keluarga miskin di Israel sejak 2018

Muhammad Alabbar bergabung dengan empat pengusaha dari negara Zionis itu. Mereka telah berdonasi sebesar Rp 2,4 triliun sejak proyek itu dimulai pada 2003.

Sebuah tangki minyak berada di atas kapal tanker sedang bersandar di Pelabuhan Jabal Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, meledak pada 7 Juli 2021. (Telegram)

Tangki minyak meledak di pelabuhan Dubai

Penyebab ledakan belum diketahui.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Bangunan terjangkung sejagat Burj Khalifah, berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

UEA memiliki gedung pencakar langit terbanyak ketiga di dunia

Terdapat 28 gedung setinggi paling sedikit 300 meter di UEA.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR