bisnis

UEA berencana hapus subsidi gas dan listrik

Mazrui memperkirakan harga minyak bakal kembali normal akhir tahun ini atau awal tahun depan.

24 Januari 2016 19:45

Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail al-Mazrui telah berkomitmen negaranya bakal menghapus subsidi energi, termasuk gas dan listrik.

Dia menambahkan subsidi gas akan dicabut adalah gas dijual untuk pembangkit listrik, seperti dilansir the National kemarin. Namun dia tidak mengisyaratkan waktu pelaksanaannya.

UEA dan negara-negara Arab Teluk lainnya mulai menghapus subsidi untuk mengurangi defisit anggaran akibat melorotnya harga minyak mentah global. UEA Agustus tahun lalu meniadakan subsidi atas bensin dan solar.

Harga minyak kini di bawah US$ 30 per barel dari US$ 100 hanya dalam 18 bulan belakangan. Harga sekarang terendah sejak 2003.

Mazrui bilang reformasi besar-besaran perlu dilakukan agar negara tidak terlalu bergantung pada minyak. "Kami melihat ada peluang untuk melakukan hal tepat sehingga orang membayar harga pas buat energi," katanya.

Dia mengklaim penduduk UEA bakal menerima kenaikan harga barang-barang konsumsi jika mereka memahami sebagian besar anggaran negara dipompa untuk layanan publik.

Mazrui memperkirakan harga minyak bakal kembali normal akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Lobi Putin dan kesepakatan OPEC

Indonesia membekukan keanggotaannya di OPEC.

Khalid al-Falih, Chairman Saudi Aramco sekaligus Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. (Arab News)

OPEC sepakati pengurangan produksi minyak

Kesepakatan ini berlaku mulai Januari 2017.

Mata uang dirham Uni Emirat Arab. (flagpedia.net)

UEA tidak berencana berlakukan pajak pendapatan pribadi

Awal pekan ini, kabinet UEA menyetujui anggaran 48,7 miliar dirham (US$ 13,3 miliar) untuk 2017.

Menteri Ekonomi UEA Sultan bin Said al-Mansyuri. (Arab News)

UEA akui tahun ini sulit raih pertumbuhan di atas tiga persen

Produk domestik bruto UEA diperkirakan meningkat tiga hingga 3,5 persen tahun lalu.





comments powered by Disqus