bisnis

Emirates tambah 37 armada baru senilai US4 14,5 miliar

Emirates bakal memulai rute penerbangan non-stop terjauh di dunia Dubai-Panama bulan depan.

28 Januari 2016 10:25

Emirates Airline bakal menambah 37 armada baru untuk tahun anggaran dimulai April mendatang. Langkah ini untuk memperluas operasi di Asia dengan membuka rute-rute baru.

Maskapai berkantor pusat di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, ini akan menerima 21 pesawat Airbus Group SE A380 superjumbo dan 16 Boeing 777 di akhir tahun anggaran pada Maret 2017. COO Emirates Airline Thierry Antinory kemarin bilang di Singapura, 37 armada baru itu seharga US$ 14,5 miliar.

Emirates sudah melayani 150 tujuan di 80 negara menggunakan pesawat berbadan lebar. Emirates bakal memulai rute penerbangan non-stop terjauh di dunia Dubai-Panama bulan depan. Rekor penerbangan tanpa henti terpanjang sebelumnya adalah milik Qantas Airways, yakni jalur Dallas-Sydney.

"Kami akan terus tumbuh," kata Antinori. "Kami bakal terus berinvestasi, berinovasi, menyediakan armada muda. Semua itu untuk menciptakan pasar baru."

Dia menambahkan Emirates juga berencana mempensiunkan 26 pesawatnya, termasuk beberapa A330 dan A340, Maskapai ini bakal mempertimbangkan rencana buat memesan Airbus A350-900 dan A350-1000 serta Boeing 787-9 dan Boeing 787-10.

Emirates sebelumnya mengatakan akan membuka rute-rute baru, termasuk ke Cebu (Filipina) dan dua kota di Cina. Hingga 17 Januari lalu, Emirates mengoperasikan 247 pesawat dan 257 lainnya masih dalam pemesanan.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline. (Twitter/@emirates)

Emirates Airline rugi Rp 78,7 triliun karena pandemi Covid-19

Sebelum pandemi Covid-19, Emirates Airline mempekerjakan 60.033 staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu kru kabin. Sekarang jumlah karyawan Emirates melorot menjadi 40.801 orang.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.





comments powered by Disqus